Hari Amal Bakti Kemenag RI, Siswa Smamuda Sumberpucung Khotmil Qur’an
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung populer disebut Smamuda menempatkan Hari Amal Bakti Kementrian Agama Republik Indonesia ke-78, dengan menggelar khotmil qur’an 30 juz pada Jum’at (15/12).

Menurut pengajar metode UMMI Smamuda, ustadz Isfaul Mufid, S.Pd, kegiatan khotmil Qur’an ini merupakan program yang diselenggarakan Kementrian Agama Republik Indonesia. Targetnya yaitu 78.000 kali khatam, sehingga untuk peserta dipilih mulai dari bidang PAIS, POKJAWAS PAI, MGMP PAI, KKG, PAI, FKG PAI, GPAI dan peserta didik muslim mulai jenjang SD, SMP, SMA, SMK juga SLB di seluruh Jawa Timur.

Lebih tepatnya, kata ustadz Isfaul Mufid bahwa di Smamuda Sumberpucung berlangsung di dalam ruangan kelas X, yang dilaksanakan oleh siswa-siswi dari kelas tahfidz dan juga kelas Al-Qur’an dengan jumlah siswa 30 orang.
“Yang jelas keikutsertaan mereka telah diakui kelancaran dan ketepatan bacaan Al Qur’an-nya,” ujar ustadz Isfaul Mufid.
Acara khotmil Qur’an berlangsung pada pukul 08.00 dengan diawali membaca surah Al Fatihah juga do’a pembuka. Sedangkan acara berlangsung hingga pukul 09.00. Nah pasti yang menjadi pertanyaan kenapa dalam 1 jam bisa selesai 30 juz?

Ustadz Isfaul Mufid mengungkapkan dipilihnya peserta khotmil Qur’an ini dari kelas yang memang diakui kelancaran baca Al Qur’an-nya. Serta dari 30 siswa-siswi diberi tugas agar satu siswa membaca 1 juz. “Seluruh siswa-siswi yang mengikuti acara alhamdulillah sangat antusias. Meskipun beberapa siswa masih tersengar sedikit kesulitan dalam membaca namun tetap melanjutkan hingga selesai tugasnya.” Kata ustadz Isfaul Mufid.
Tujuan khotmil Qur’an ini agar para siswa-siswi Smamuda terbiasa membaca Al Qur’an hingga 1 juz lebih satu kali duduk dan bisa menumbuhkan rasa cinta dalam membaca Al Qur’an.

Farid Ardiansyah sebagai salah satu peserta mengungkapkan bahwa baru kali ini dirinya mengikuti khotmil Qur’an sekali duduk. Dirinya diberi tugas untuk membaca juz 21 yang lumayan sulit dibaca. ”Saya mulai lancar membaca Al Qur’an ketika masuk di Smamuda Sumberpucung.
Saat berada di Smamuda Sumberpucung memahami bagaimana pembacaan tajwid juga ghorib secara benar. Nah pada saat khotmil Qur’an pun mempraktikkan apa yang sudah dipelajari. (penulis: ca’hud/editor: hamara)
