Milad Muhammadiyah-HGN, AUM Sekolah Sumberpucung Seminar Motivasi Pendidikan
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Memperingati milad Muhammadiyah ke 111 sekaligus bertepatan Hari Guru Nasional, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Sumberpucung menggelar seminar motivasi Rabu (22/11). Menurut Ketua Panitia acara, Yudistira Ade Hermansyah, M.Pd, seminar motivasi tersebut di SD Muhammadiyah 2 Sumberpucung.

Hal ini ditujukan bagi seluruh guru sekolah Muhammadiyah Sumberpucung, mulai dari KB, TK, SD, SMP dan SMA. Bahwa acara ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya insani AUM Sumberpucung bidang pendidikan sebagai bentuk dakwah Muhammadiyah mulai dari awal berdiri hingga saat ini.
Dari acara ini, Ustadz Yudis merupakan Kepsek SD Muhammadiyah 2 Sumberpucung berharap agar setiap guru di sekolahan Muhammadiyah Sumberpucung bisa meningkatkan mutu pembelajaran terhadap para siswa.

“Bukan hanya itu, untuk kedepannya semoga seluruh sekolahan Muhammadiyah di Sumberpucung bagaikan mercusuar dan menjadi sekolah rujukan utama dan berkualitas tinggi,” tutur ustadz Yudis.
Di tempat sama pemateri seminar motivasi AUM Sumberpucung Grienny Nurhadi A, S.Pd, MM, dari Kepanjen menjelaskan tiga poin penting. Tiga poin penting tersebut dijelaskan dengan mudah difahami serta candaan yang membuat forum lebih hidup.
Poin pertama yang harus dimiliki setiap guru adalah berdamai dengan perubahan. Karena ketika menghadapi generasi milenial itu tak sama seperti menghadapi generasi tahun 90-an.
Nah, cara yang tepat kata Grienny adalah membuat pembelajaran yang menyenangkan bukan dengan ancaman. Karena generasi milenial ini memang membutuhkan diskusi dengan mengajak berfikir, memberi pilihan dan juga menuntun untuk memutuskan. Lebih penting lagi, para guru harus bisa menjadi teladan yang baik bagi para siswa nya.

Pada poin ke dua, Grienny menjabarkan tentang pentingnya menumbuhkan cinta di lingkungan kerja. Karena hal ini menjadi kunci awal kerja sama tim yang baik sehingga sekolah bisa maju dan berdaya saing tinggi.
Pada poin ke tiga disebutkan, agar para guru bisa memaknai kerja sebagai ibadah bukan sebagai beban hidup. Melaksanakan setiap pekerjaan dengan enjoy dan juga ikhlas karena Allah semata. Tak kalah penting apa pun yang terjadi di sekolah harus menerima, memaafkan dan mendo’akan yang terbaik untuk kedepannya. (ca’hud/editor: don)
