Disnaker PMPTSP-Cabdin Kota Malang Batu Apresiasi Job Fair SMK Muhisa
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Sukses Job Fair menggandeng belasan mitra DUDI (Dunia Kerja Dunia Industri) SMK Muhammadiyah 1 Malang populer disebut SMK Muhisa sekolah pusat keunggulan bidang kerja sama luar negeri, langsung mendapat apresiasi dari dinas terkait.
Yakni Disnaker PMPTSP (Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Malang, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang-Kota Batu.

Kegiatan digelar selama dua hari dengan belasan mitra industri ternama di Kota Malang. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Kota Malang (Dinasker PMPTSP) dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang-Kota Batu.
Apresiasi ini disampaikan perwakilan Disnaker PMPTSP Kota Malang, Eka Yuda Sudrajad, SAB, MM, kegiatan job fair SMK Muhisa dengan semangat bisa menyalurkan lulusan kepada para mitra dunia usaha dunia industri.

“Kami dari Dinas Tenaga Kerja PMPTSP Kota Malang sangat mengapresiasi dan mensupport kegiatan Job Fair ini, bahwa job fair di sekolah bagian dari kegiatan rutin kami yang bisa kami adakan dua atau empat kali dalam setahun,” ujar Eka mewakili Kadisnaker PMPTSP.
Menurut Eka ada dua tantangan besar saat ini dihadapi bersama-sama. Pertama adalah bonus demografi yang akan mencapai puncaknya di tahun 2030. Akan ada banyak penduduk usia kerja ditiap tahunnya dan penyedia lapangan kerja terbatas. Berharap situasi tersebut jangan sampai menjadi musibah, namun berubah menjadi berkah.

Tantangan kedua yaitu revolusi industri 4.0 atau mulai beradaptasi dengan tenaga mesin yang sekarang disebut artificial intelence (AI). Ada bentuk kesenjangan vertical atau level lulusan pendidikan tinggi harus bersaingan dengan level di bawahnya.
Ada juga kesenjangan horizontal yang maksudnya kualifikasi pendidikan tertentu tidak bisa mengisi job sesuai disiplin ilmunya. Pemerintah mencoba solusi pengembangan BLK (Balai Pelatihan Kerja).

“Harapan kita semua mudah-mudah bisa bersinergi dari unsur tenaga kerja, pendidikan, dunia usaha dunia industri bisa menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya,” ujar Eka.
Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang-Batu, Ahmad Asrofi M.Pd, berbicara tentang bagaimana pentingnya DUDI dalam pertumbuhan SMK.

“Saya ucapkan terima kasih kepada DUDI, sebab tanpa bantuan DUDI SMK di Kota Malang tidak akan sebesar ini karena kalau SMK yang membesarkan adalah DUDI-nya,” ucap Asrofi.
Asrofi menjelaskan perbedaan antara job fair SMK dengan edu fair di SMA. Edu Fair mendatangkan kampus-kampus seperti promosi sekolah pada umunya. Sedangkan job fair harus ada DUDI yang bergabung dengan tujuan menyerap tenaga kerja melalui seleksi yang sesuai kebutuhan di perusahaan masing-masing.

“Mudah-mudahan dua hari kedepan DUDI mendapatkan tenaga kerja yang baik dan profesional dari SMK Muhisa. Kami atas nama cabang dinas semoga anak-anakku dari SMK Muhisa bisa diterima industri yang di-inginkan sesuai dengan kebutuhan atau cita-citanya, bahkan sesuai hobinya,” closing Asrofi. (hamara)
