Magang Ruminansia COE UMM di BPTU HPT Rasa New Zealand-Australia
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Mahasiswa Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) mengikuti magang di BUMN dan perusahaan peternakan Padang Mengatas Sumatera Barat di BPTU-HPT (Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak) Padang Mengatas yang merupakan balai pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak.

BPTUHPT mempunyai lahan seluas 280 hektare sebagai lahan pengembalaan sapi seperti di Australia atau di Selandia Baru. Melalui program magang Industri Center Of Excellence (COE) Kelas Profesional Ruminansia (KPR) mahasiswa Peternakan UMM belajar langsung salama 6 bulan di BPTU-HPT dengan system peternakan ekstensif atau sapi dipelihara dilepas di padang pengembalaan (paddock).
Sistem mirip New Zealand ini yakni sekelompok sapi dan hamparan rumput hijau ini berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Jl. Padang Mengatas, Mungo, Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, sekitar 12 km dari Kota Payakumbuh.

BPTUHPT Padang Mengatas merupakan station peternakan yang didirikan Hindia Belanda pada tahun 1916 dengan ternak kuda. Karena disebabkan beberapa hal, beberapa tahun kemudian kawasan ini berganti menjadi kawasan peternakan sapi. Kawasan ini merupakan kawasan peternakan terbesar se-Asia Tenggara.
BPTU-HPT Padang Mengatas merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI yang berada di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat.

Balai ini menyediakan bibit unggul dan sebanyak 30 jenis tanaman pakan ternak yang didistribusikan kepada peternak. Ada beberapa jenis sapi yang dikembangkan di BPTU-HPT Padang Mengatas yaitu jenis sapi unggul seperti sapi Simmental, Limousin, dan sapi Belgian Blue yang masih dalam tahap pengembangan.
Selain itu, juga dikembangkan sapi lokal asli Sumatera Barat sapi pesisir. Populasi sapi potong di BPTUHPT Padang Mangatas saat ini sekitar 1.300 ekor.

Tujuan kegiatan magang COE KPR di BPTU-HPT Padang Mengatas tentunya untuk belajar dan mendapatkan pengalaman bagaimana bekerja di dunia peternakan terutama ternak sapi baik di dalam maupun diluar negeri.
Harapannya melalui kegiatan magang ini mahasiswa dapat meningkatkan kompetensinya dalam teknis peternakan terutama peternakan pembibitan secara extensive atau dilepas di padang pengembalaan, Kegiatan yang bersifat praktikal juga secara langsung melengkapi berbagai teori yang diberikan di perkuliahan COE KPR semester sebelumnya.

Dengan demikian, sebuah kegiatan magang COE ini dapat mendukung dan membantu mahasiswa dalam menambah serta membentuk wawasan intelektual yang juga memiliki skill yang kompeten tutur Ahamad wahyudi Dosen Peternakan UMM. Prof. Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes juga menjelasskan bahwa dalam kegiatan magang ini tidak lepas teori-teori, literasi dan pengalaman dari pengajar praktisi dari DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri).
Bersamaan dengan ini Prof. Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes, IPU, bersama Ir. Ali Mahmud, S.Pt, M.Pt, melakukan monitoring dan evaluasi serta melakukan teaching farm ke tempat magang industri di BPTU-HPT Padang Mengatas Sumatera Barat.

Hal ini dilakukannya karena tempat ini sangat tepat sekali dan sangat memberikan banyak keterampilan pada mahasiswa untuk melatih skill di peternakan ekstensif seperti di Australia dan negara eropa lainnya.
Disini mahassiswa betul-betul harus menguasai pemeliharaan, perawatan ternak, pengelolaan lahan yang ratusan hektare dengan perawatan tanaman rumput untuk padang pengembalaan dan silase.
Selama magang, kata Yoselandra Marta, S.Pt, M.Pt, diapa Yose mengungkapkan ada 4 bagian yang menjadi tempat berlangsungnya semua aktivitas magang di BPTU-HPT Padang Mengatas yaitu pemeliharaan, pemuliaan, keswan, dan pakan.
Yose mengatakan pada bagian pemeliharaan, diajarkan bagaimana manajemen pemeliharaan sapi di kandang. Mulai dari pemberian pakan dan waktu pemberian pakan serta membersihkan kandang sapi agar tidak mudah terserang penyakit.
Kemudian, pada bagian pemuliaan yang merupakan kegiatan untuk meningkatkan produksi ternak dengan mengembangkan tipe ternak yang sesuai dengan pengelolaan spesifik dan kondisi lingkungan.
Kegiatan yang dilakukan pada bagian ini yaitu mulai dari kontrol ke lapangan untuk melihat sapi betina yang birahi secara langsung, bagaimana cara melakukan palpasi, bagaimana proses dari Inseminasi Buatan, dan pemeriksaan kebuntingan pada sapi.
Selanjutnya di bagian keswan yaitu kesehatan hewan, belajar beberapa kasus penyakit pada sapi. Kegiatannya yaitu kontrol ke lapangan untuk melihat kondisi sapi. Jika ditemukan sapi yang sakit, tentu akan diobati dan diberikan vitamin.
Terakhir pada bagian pakan, dijelaskan mengenal jenis-jenis pakan serta pemberian konsentrat pada sapi, bagaimana proses penanaman rumput, dan pembuatan silase yang sudah dilakukan seperti di luar negeri di Asutralia atau Selandia Baru.
Mengingat begitu padatnya kegiatan yang dilakukan mahasiswa COE KPR, banyak hal unik yang di alami selama magang di BPTU HPT Padang Mengatas. Mulai dari sapi yang tiba-tiba lepas dari kandangnya dan bersama-sama menghalau agar masuk ke kandangnya kembali, ada sapi yang mengamuk dan menjerit ketika mau diperiksa.
Kemudian, kena kotoran sapi ketika melakukan palpasi, berbincang dengan petugas serta masyarakat disana yang begitu ramah, dan bertemu dengan orang-orang hebat yang akan menjadi profesi nantinya.

Mahasiswa COE KPR UMM, Andi M Reza yang magang di Padang mengatas ini mengatakan semua pengalaman dan pembelajaran yang di dapat di sini adalah pengalaman yang sangat bagus dan sangat berkesan seolah olah serasa di luar negeri.
“Saya jauh-jauh dari Kalimantan kuliah di UMM ikut kelas COE KPR dan magang di Sumatera Barat adalah kesempatan yang tak ternilai saat masa kuliah ini, menjadikan saya yakin untuk mengembangkan dan bekerja di dunia peternakan baik di dalam maupun di luar negeri, ” ujar Reza.
Reza juga menyampaikan bahwa setiap foto kegiatan di padang pengembalaan yang di posting di medsos nya selalu dikomen teman-temannya seperti di luar negeri. (ali mahmud/editor: hamim)
Perlu dicatat pula saat ini Prodi Peternakan UMM telah membuka penerimaan mahasiswa baru. Pada jalur prestasi 1 November 2023-24 Juni 2024. Jalur Reguler: 1 November 2023 – 3 Agustus 2024.
