ICMEDH Fakultas Kedokteran UMM 2023, Konferensi Medis Internasional
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM) sukses melaksanakan Konferensi Medis Internasional. Acara tersebut yaitu “The 3rd Internasitional Conference of Medical Health Science” (ICMEDH). Kegiatan dilaksanakan selama dua hari (22-23/9) di Rayz Hotel UMM. Disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Penyelenggara ICHMED, dr. Rubayat Indradi, ICMEDH merupakan acara tahunan yang digelar oleh FK UMM.

Tahun ini ICMEDH mengusung tema Global Health Challenges and Innovations in the Post-Pandemic Era. Melihat bagaimana munculnya tantangan baru setelah situasi pasca Pandemi Covid-19. Salah satu hal yang didiskusikan adalah mengenai transfomasi digital dalam penanganan kendala yang ada.
“Saat ini, kami memiliki tujuh pembicara luar biasa yang akan berbagi keahlian dan wawasan mereka mengenai topik-topik penting dalam bidang tantangan dan inovasi kesehatan global. Harapan kami adalah diskusi ini akan membuka jalan bagi solusi inovatif yang akan membentuk masa depan layanan kesehatan di seluruh dunia.” Ujar Dokter Rubayat.

Disebutkan Dokter Rubayat, beberapa narasumber yang hadir dan mengisi Konferensi ICMEDH. Mereka adalah Donni Hendrawan, MD MPH (Deputi BPJS Indonesia), Prof. Mohammad Husni (Chairman of Wonca Asia Pasific Region), Febi Dwi Rahmadi, Ph.D (Global Health, Griffith University Australia), Prof. Gof Lee Gan (Department of Family Medicine NUHS), Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, M.Sc (UNESCO), dan Dr.dr. Febri Endra Budi Styawan, M.Kes., FISPH., FISCM.
Pada saat konferensi banyak disinggung mengenai kemajuan teknologi di tengah transisi epidemiologi dan demografi. Seperti yang disampaikan Deputi BPJS Indonesia, Donni, bahwa tantangan tersebut berdasarkan data bahwasannya 50% anggota BPJS berumur 60 tahun keatas. Ditambah saat ini sebagian besar menderita penyakit kronis. Belum ditambah dengan peluang munculnya TBC, Malaria, dan bahkan Covid-19.
Disambung oleh narasumber lainnya, seperti Febi dan Prof Goh Lee yang meninjau dari sisi sistem kesehatan yang belum kuat. Selain itu juga dampak kepada lingkungan yang dimana limbah medis menyumbang sekitar 87.000 ton plastik yang bisa membahayakan tubuh dan ekosistem. Sedangkan menurut Prof Goh Lee, selain sampah juga pada bakteri yang berkembang dengan cepat mampu membunuh makhluk hidup selayaknya virus.
“Saya yakin bahwa pengetahuan yang dibagikan dan hubungan yang terjalin di sini hari ini akan memiliki dampak jangka panjang pada bidang ilmu kedokteran dan kesehatan. Terima kasih atas partisipasi dan komitmen semuanya dalam mencapai keunggulan kesehatan global.” Tutup Dokter Rubayat. (humas fk umm/editor: hamara)
