Tahap Pertama 200 Lebih Siswa Baru Daftar SMK Muhisa Sebab Kompetensi-Terserap Kerja
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Sekitar 200 lebih siswa baru gelombang pertama SMK Muhammadiyah 1 Malang populer disebut SMK Muhisa sekolah pusat keunggulan vokasi internasional bidang kerja sama luar negeri, kemarin pagi menghadiri undangan sekolah yang di pimpin seorang Kepsek Drs. Arif Efendi ini.
Dalam sambutannya Arif Efendi mengucapkan terima kasih atas kehadiran walimurid dan siswa baru dalam event Muhisa Scholarship Award MoU Beasiswa Khusus Peserta Didik Baru 2023-2024 Program Kuliah Kerja ke Jepang. Sebab sudah tercatat sebagai siswa SMK Muhisa gelombang pertama. Bahwa memilih SMK Muhisa sebagai mitra pendidikan meraih masa depan sudah tepat.

Dikatakan tepat sebab SMK Muhisa selain bermitra dengan sekolah asal para siswa ini, juga dipercaya sejumlah industri terkenal yang ahli di bidangnya. Seperti PT AMI (Alfan Mekatronik Inodonesia), Ahass Honda, PT. Telkom, PT Yamaha, dan sejumlah perusahaan lain di luar negeri khususnya di Jepang. Yakni Alice International Collage Jepang dan CTUST (Central Taiwan University of Science and Technology) Taiwan. Kedua lembaga ini telah mensupport SMK Muhisa dalam pengiriman alumni untuk kuliah dan kerja di masing-masing negara tersebut.
Terbaru salah satu pemilik rumah sakit di Jepang juga siap memberangkat alumni SMK Muhisa kuliah-kerja di Jepang secara gratis. Tentu saja ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh para siswa baru ini. Syaratnya Bahasa Jepang sudah N5.

Masih menurut Arif Efrendi, SMK Muhisa juga dipercaya oleh lima Polres untuk perawatan motor dinas patwal. Yakni Polres Malang Kota, Polres Pasuruan, Polres Batu, Polres Malang Kabupaten, dan Polres Blitar. Amanah ini sebagai bukti bahwa SMK Muhisa mempunyai kompetensi sekaligus kredibilitas dalam menangani berbagai bidang.
Tentu saja, tandas Arif Efendi, sukses itu tidak lepas dari dukungan spiritual para siswa dan wali murid. Sebab setiap hari siswa memulai belajar diwajibkan untuk shalat sunnah Dhuha berjama’ah, begitu juga ketika shalat Dhuhur. Dalam shalat berjama’ah ini siswa di-imbau mendoakan pada orang tuanya. Hal ini sebagai bentuk kesuksesan anak (birrul walidain). Melalui shalat wajib dan shalat sunnah dhuha ini SMK Muhisa melatih karakter sholeh dan shalehah siswanya.

Sebab karakter shaleh dan shalehah seorang siswa menjadi tuntutan dalam industri. Mereka menjadi ber-adab, ber-akhlak, sehingga mitra industri sangat apresiasi terhadap siswa yang mempunyai dua hal ini. Mitra industri saat ini tidak memerlukan “siswa pinter” melainkan siswa jujur dan berkarakter. Sebab siswa yang jujur dan berkarakter dilatih kompetensi langsung dapat pinter, namun siswa pinter dilatih jujur dan karakter membutuhkan waktu panjang. (doni osmon)
