English Camp Boarding SMP Mugi Wujudkan Santri Milenial Mendunia
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Era global saat ini sudah diantisipasi oleh boarding SMP Muhammadiyah 9 Gondanglegi populer disebut SMP Mugi yang tergabung dalam Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) bertajuk milenial mendunia. Bekal untuk menyambut tantangan global ini, dikatakan Manajer Kurikulum PEM, Ahmad Rosyidi, S.PdI disapa ustadz Rosyid, melalui program English Camp.
Program English Camp ini kata ustadz Rosyid untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing santri PEM khususnya boarding SMP Mugi dalam praktik Bahasa Inggris. Full selama sepekan santri boarding SMP Mugi hanya fokus program English Camp yang meliputi conversation (percakapan), grammar, writing, dan vocabulary.

Selama sepekan ini, lanjut ustadz Rosyid, siswa boarding SMP Mugi dikuatkan conversation atau percakapannya kemudian dibenahi grammaer dan writingnya. Metode yang digunakan juga menarik tidak membosankan bagi siswa, misalnya bercerita dalam Bahasa Inggris, berkomunikasi antar siswa hingga mendatangkan guru tamu dari luar negeri (native speaker).
Nah dari cara ini, lanjut ustadz Rosyid paling memotivasi siswa untuk conversation adalah hadirnya native speaker. Sehingga beberapa waktu lalu mendatangkan native speaker asal Amerika dan Canada. Spontan siswa boarding SMP Mugi langsung aktif conversation. Bahkan mendapatkan pujian dari guru bule tersebut bahwa percakapan yang sudah dilakukan siswa boarding SMP Mugi sudah cukup interaktif.

Program English Camp ini di-ikuti oleh siswa boarding SMP Mugi mulai kelas VII-VIII dan kelas IX. Engslih Camp ini sudah dilaksanakan sejak Bulan Januari lalu dengan hasil evaluasi siswa sangat antusias mengikuti program ini. Siswa semakin aktif komunikasi berbahasa Inggris, dan writing meskipun masih simple.
Di tempat berbeda, Kepsek SMP Muhammadiyah 9 Gondanglegi, Drs. Parngadi, M.Pd, disapa ustadz Parngadi mengungkapkan program English camp ini merupakan program untuk mendukung siswa menguasai bahasa komunikasi global yang serba Bahasa Inggris. Ketika English Camp ini sukses maka tidak menutup kemungkinan ada Arabic Camp, Tahfidz Camp atau semisalnya. (rilis: humas/editor: doni osmon)
