Batik Ecoprint SMP Mugi, Asah Jiwa Entrepreneur Siswa-Lestarikan Budaya
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Sebagai sekolah yang memiliki dasar entrepreneurship bagi siswanya, MBS-SMP Muhammadiyah 9 Gondanglegi populer disebut SMP Mugi melatih siswanya mengenal jiwa wirausaha sejak usia remaja.
Caranya? Waka Humas SMP Mugi, Hasan Afifi, S.Pd disapa ustadz Hasan membekali siswa MBS-SMP Mugi dengan pelatihan karya batik ecoprint. Ecoprint adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami. Seperti dedaunan maupun bahan serupa dari alam yang dijadikan pola sedemikian rupa dengan proses sederhana selama dua hari namun hasilnya karya unik mempunyai nilai finansial.

Menurut ustadz Hasan kegiatan bati ecoprint ini diikuti oleh siswa kelas VII reguler SMP Mugi maupun siswa kelas boarding. Tujuannya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas siswa. Sehingga siswa mengetahui bahwa batik ecoprint mudah dibuatnya namun dapat menjadi karya yang mendatangkan nilai ekonomis di masa depan.
Lama pembuatan batik ecoprint ini sekitar tiga hari. Dimulai dari memilih bahan daun atau bunga yang mempunyai pigmen warna kuat sekaligus karakter unik untuk dijadikan pola batiknya. Sehingga ketika batik ecoprint ini selesai dikerjakan hasilnya dapat memuaskan dan mempunyai nilai jual.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 9 Gondanglegi, Drs. Parngadi, M.Pd, disapa ustadz Parngadi karya batik ecoprint ini merupakan salah satu keterampilan yang diajarkan sekolah membentuk jiwa wirausaha siswanya berbasis ekonomi kreatif. Selain itu sebagai bentuk dari penguatan project profil pelajar pancasila untuk melestarikan budaya yakni batik nusantra. (rilis: humas/editor: doni osmon)
