Tim PKM Peternakan UMM Latih Peternak Membuat Pakan Fermentasi Sumber Pakan Lokal
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada (16/12/2022) mengadakan pengabdian kepada peternak sapi di Ngantang, Kabuypaten Malang.
Pengadian Tim Peternakan UMM ini disampaikan Septi Nur Wulan Mulatmi sebagai anggota bersama Listiari Hendraningsih, dan Ahmad Wahyudi, serta dibantu beberapa mahasiswa Prodi Peternakan. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut terintegrasi dengan program Blockgrant Fakultas Pertanian Peternakan UMM 2022.

Menurut Septi, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang merupakan daerah pegunungan sekaligus sebagai salah satu daerah sentra peternakan sapi perah. Hampir semua rumah tangga di wilayah setempat mempunyai usaha ternak sapi perah baik sebagai pekerjaan utama maupun sampingan dari usaha taninya.
Dijelaskan Septi, warga Ngantang mempunyai masalah penyediaan pakan ternak khususnya pakan hijauan secara kontinyu baik kuantitatif maupun kualitatif. Hal ini merupakan masalah serius di wilayah ini. Sebab Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang merupakan Kecamatan dengan populasi ternak terbesar ketiga se Kabupaten Malang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mencatat populasi sapi perah di Kecamatan Ngantang sangat tinggi yaitu 13.217 ekor. Melihat kondisi demikian sangat memungkinkan Kecamatan Ngantang di masa yang akan datang menjadi sentra produksi susu sapi perah dan menjadi penyumbang susu sapi perah yang signifikan di Jawa Timur.
Dijelaskan Septi hewan ternak ruminansia seperti sapi perah adalah hewan yang banyak dikembangbiakkan di Indonesia, terutama di Kabupaten Malang, Jawa timur. Populasinya yang semakin meningkat tentu membutuhkan pakan yang cukup, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Namun ketersediaan pakan hijauan ketika musim kemarau yang menurun sehingga hewan ternak sering diberi pakan jerami kering yang nilai kecernaan dan kandungan gizinya terutama protein sangat rendah.
Kondisi tersebut, kata Septi tersebut mendorong dosen Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang memilih wilayah Ngantang sebagao tempat melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk memberikan pelatihan pembuatan pakan fermentasi dari sumber pakan lokal.
Pelatihan dan penyuluhan pembuatan pakan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 26 Desember 2022. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai teknologi pakan. Sehingga mampu menghasilkan produktivitas secara optimal dan memberikan peningkatan pendapatan masyarakat Ngantang.

“Pakan komplit merupakan pakan yang cukup mengandung nutrien untuk ternak dalam tingkat fisiologis tertentu yang dibentuk dan diberikan sebagai satu-satunya pakan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup pokok dan produksi tanpa tambahan substansi lain kecuali air,” ujar Septi.
Salah satu anggota pengabdian, Ahmad Wahyudi menjelaskan bahwa pakan lengkap terfermentasi mengandung kandungan nutrien yang lengkap ditambah adanya aditif berupa probiotik mampu membantu proses pencernaan pada ternak, sehingga pertumbuhan ternak akan semakin baik.

Ditambahkan Listiari Hendraningsih, pemberian pakan dengan sistem pakan lengkap komplit akan terhindar dari seleksi pakan sehingga sebagian besar pakan akan dapat dikonsumsi dan cenderung tidak selektif saat makan. Harapannya, dengan adanya pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi ini dapat menjadi pakan alternatif yang bernutrisi pada saat musim kemarau bagi peternak. (rilis: pkm peternakan umm/editor: doni osmon)
