MDMC Respons Karhutla-Kekeringan, Bantu 589 Ribu Penerima Manfaat
PALANGKARAYA – Palangka Raya, 16 Oktober 2026 – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui pos Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah melakukan pendampingan bagi masyarakat terdampak. Respons dilakukan melalui pemadaman dan pendinginan titik api, layanan kesehatan, penyediaan rumah singgah oksigen, distribusi masker, pemenuhan kebutuhan nutrisi, serta penyaluran air bersih.
Berdasarkan laporan situasi per 16 Oktober 2026, kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Pada Kamis (15/10), tercatat 4.686 titik panas dan 88 kejadian karhutla di provinsi tersebut. Kabut asap yang ditimbulkan turut mengganggu kualitas udara, jarak pandang, kesehatan, serta aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/230/2026 pada 31 Agustus 2026. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan perlindungan kesehatan dan akses air bersih bagi masyarakat terdampak terus meningkat.
Sejak 18 Agustus hingga 16 Oktober 2026, respons Muhammadiyah melalui Poskor dan Pos Pelayanan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah telah menjangkau 589.538 penerima manfaat. Dukungan tersebut meliputi distribusi air bersih kepada 453.502 penerima manfaat, pembagian masker kepada 115.669 penerima manfaat, distribusi nutrisi kepada 18.776 penerima manfaat, serta penyediaan rumah singgah oksigen yang menjangkau 930 penerima manfaat.
Selain itu, Muhammadiyah juga melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla yang tercatat menjangkau 272 penerima manfaat, distribusi Oxygen kepada 379 penerima manfaat, serta layanan nebulizer kepada 10 penerima manfaat.
Berbagai layanan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran, kabut asap, dan kekeringan.
Dalam pelaksanaannya, Poskor Muhammadiyah Kalimantan Tengah mengoordinasikan respons bersama Pos Pelayanan yang tersebar di Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Katingan, Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, Kapuas, Murung Raya, Barito Selatan, Barito Utara, dan Lamandau. Keberadaan posko tersebut mendukung koordinasi dan pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di wilayah masing-masing.
Respons lapangan melibatkan relawan dari berbagai unsur, termasuk tim pemadaman, tim medis, logistik, data dan informasi, manajemen posko, serta relawan umum. Secara keseluruhan, terdapat 179 personel yang terlibat dalam dukungan respons Muhammadiyah, terdiri atas 12 personel tim pemadaman, 15 personel tim medis, 30 personel logistik, tujuh personel data dan informasi, 15 personel manajemen posko, serta 100 relawan umum.
Selain melakukan penanganan langsung, MDMC juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampak kabut asap terhadap kesehatan, pencegahan kebakaran, penggunaan masker yang benar, serta langkah perlindungan diri dan keluarga. Upaya ini penting terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Dalam perkembangan situasi saat ini, kebutuhan yang masih diperlukan untuk mendukung respons meliputi oksigen dan perlengkapannya, masker N95 dan masker medis, obat-obatan, vitamin, serta nutrisi bagi relawan pemadam kebakaran. Dukungan alat pelindung diri bagi relawan, peralatan pemadaman, dan bahan bakar kendaraan operasional juga dibutuhkan untuk menunjang pelayanan di lapangan.
MDMC melalui Poskor Muhammadiyah Kalimantan Tengah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD/BPBPK, relawan, serta pihak terkait lainnya untuk melanjutkan pendampingan bagi masyarakat terdampak. Respons diarahkan pada perlindungan kesehatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan relawan, serta penanganan karhutla dan kekeringan sesuai kebutuhan di lapangan. (aulia taarufi/wakil sekretaris mdmc pp muhammadiyah/rilis grup media afiliasimu)
