Program Fun Learning KKN Berdampak 129 UMM, Bangkitkan Semangat Belajar Lewat Permainan Siswa di SDN 2 Lombok Kulon-MIN 3 Bondowoso
BONDOWOSO – Pada tanggal 14 Agustus 2026 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah malang (UMM) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Berdampak (KKN Berdampak) Kelompok 129, melaksankan program kerja (proker) di SD Negeri 2 Lombok Kulon dan MIN 3 Bondowoso. Pelaksanaa KKN 129 UMM ini sebagai implementasi Tr Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat.
Menurut salah satu anggota KKN 129 UMM Daffa Rizki Bachtiar ketika melaksanakan proker di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Ardik Praharjo, S.AB., M.AB. Nah, khusus di SDN 2 Lombok Kulon dan MIN 3 Bondowoso, Desa Lombok Kulon, Kabupaten Bondowoso proker yang dilaksanakan adalah mendampingi pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Kegiatan ini bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Pembelajaran berlangsung setiap Senin hingga Sabtu, pukul 08.00–10.00 WIB. Mahasiswa KKN 129 UMM mengajar matematika dan Bahasa Inggris dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan. Salah satunya melalui ice breaking, guna menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, nyaman, dan tidak membosankan.

Dijelaskan Daffa Rizki Bachtiar dalam pembelajaran Matematika, mahasiswa menghadirkan berbagai ice breaking seperti Human Number, Money Race, Puzzle Angka, Jump Number, True or False, dan Lucky Number. Human Number mengajak siswa menyusun jawaban menggunakan kartu angka, sementara Money Race melatih siswa menyusun kombinasi uang sesuai nominal yang disebutkan.
“Tujuannya mendorong siswa untuk bergerak, berpikir cepat, bekerja sama, dan berani menjawab,” tandas Daffa Rizki Bachtiar.
Begitu juga saat pembelajaran Bahasa Inggris, kata Daffa Rizki Bachtiar mahasiswa menggunakan permainan Find Something, Two Truths One Lie, Emoji Guess, dan Pass the Ball agar siswa dapat mengenal dan menggunakan kosakata sehari-hari. Find Something mengajak siswa mencari benda berdasarkan warna atau nama dalam Bahasa Inggris, sedangkan Two Truths One Lie menjadi sarana latihan berbicara sekaligus perkenalan diri.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan momen bertukar surat antara siswa dan mahasiswa sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan. Surat tersebut menjadi simbol kebersamaan selama proses pendampingan belajar berlangsung.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi, tetapi juga menjadi lebih aktif, percaya diri, berani mencoba, dan mampu bekerja sama. Sebab belajar bukan sekadar memahami materi, melainkan juga menciptakan pengalaman yang membuat siswa ingin terus belajar. (tim mahasiswa kkn 129 umm)
