Santri Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Belajar Kaderisasi dari Tokoh Persyarikatan Purworejo
TABLOIDMATAHATI.COM, PURWOREJO– Liburan semester genap tidak dimanfaatkan santri Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo hanya untuk beristirahat. Sebaliknya, masa liburan menjadi momentum memperkaya pengalaman kaderisasi melalui program Silaturahmi Kader, yaitu kunjungan langsung ke rumah para tokoh Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di wilayah tempat tinggal masing-masing santri.
Program yang telah menjadi tradisi pendidikan kader di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo tersebut kembali dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas. Santri berkesempatan berdialog, menyimak kisah perjuangan, memahami sejarah gerakan Muhammadiyah di daerah, sekaligus menyerap nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian yang diwariskan para tokoh Persyarikatan.
Melalui kegiatan ini, santri tidak sekadar memperoleh wawasan teoritis mengenai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tetapi juga belajar secara langsung dari para pelaku sejarah yang telah mengabdikan hidupnya untuk dakwah, pendidikan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Program Silaturahmi Kader dirancang sebagai media pembelajaran kontekstual yang mempertemukan generasi muda Muhammadiyah dengan generasi pendahulu. Dalam setiap kunjungan, santri berdialog secara terbuka mengenai perjalanan dakwah para tokoh, tantangan yang dihadapi selama menggerakkan Persyarikatan, hingga pesan-pesan yang relevan bagi kader muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
Melalui interaksi tersebut, santri memperoleh gambaran nyata bahwa perjuangan Muhammadiyah dibangun melalui keikhlasan, konsistensi, dan semangat berkhidmat kepada umat. Cerita-cerita yang disampaikan para tokoh menjadi sumber inspirasi sekaligus motivasi agar para santri memiliki karakter tangguh, visioner, serta siap menjadi penerus estafet perjuangan Persyarikatan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meneladani jejak perjuangan tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melalui pengalaman nyata mereka dalam membangun dakwah Islam berkemajuan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menguatkan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai bekal kader, menumbuhkan semangat pantang menyerah melalui kisah perjuangan para tokoh, mempererat silaturahmi antargenerasi kader, serta membangun jiwa kepemimpinan dan pengabdian.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas wawasan santri mengenai sejarah, dinamika, dan tantangan gerakan Muhammadiyah di tengah masyarakat. Dengan demikian, santri diharapkan memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan perjuangan Persyarikatan sebagai kader yang berilmu, berakhlak mulia, berdaya saing, dan siap mengabdi bagi umat, bangsa, serta negara.
Guru Pendidikan Kemuhammadiyahan Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Akhmad Maulidin Musdani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukanlah program baru. Menurutnya, Silaturahmi Kader telah menjadi bagian dari sistem kaderisasi pondok sejak awal berdirinya lembaga tersebut.
“Program ini telah berjalan selama tujuh tahun sejak pondok ini didirikan. Kami ingin para santri tidak hanya mengenal Muhammadiyah melalui buku pelajaran, tetapi juga belajar langsung dari para pelaku perjuangan yang telah mengabdikan hidupnya untuk Persyarikatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil dari program tersebut telah terlihat pada sejumlah alumni. Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP maupun SMA, banyak alumni yang melanjutkan kiprahnya sebagai kader di berbagai organisasi otonom Muhammadiyah.
“Beberapa santri setelah lulus melanjutkan aktivitas organisasinya di Pemuda Muhammadiyah maupun Ikatan Pelajar Muhammadiyah di daerah tempat tinggal mereka. Ini menunjukkan bahwa kaderisasi tidak berhenti ketika mereka lulus dari pondok, tetapi terus berlanjut di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Akhmad Maulidin Musdani, pembelajaran langsung dari para praktisi organisasi memiliki nilai yang sangat besar dibandingkan hanya mempelajari teori di ruang kelas.
“Santri dapat menyerap hikmah kehidupan, pengalaman organisasi, serta nilai-nilai perjuangan dari para tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo. Inilah yang menjadi kekuatan program kaderisasi pondok kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Jono, Erlinda Windiastranti, M.Pd., menilai bahwa kegiatan silaturahmi tersebut menjadi jembatan yang mempertemukan generasi muda dengan para sesepuh Muhammadiyah.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan para santri kepada pengurus pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah maupun pimpinan Muhammadiyah di wilayah masing-masing memiliki beberapa tujuan strategis.
“Program liburan ini bertujuan menjalin silaturahmi antara santri dengan pengurus Muhammadiyah terdekat sesuai domisili mereka. Selain itu, kegiatan ini menjadi jembatan yang mendekatkan generasi muda dengan para sesepuh Muhammadiyah sehingga terjadi transfer pengalaman dan nilai perjuangan,” katanya.
Menurut Erlinda, setiap kunjungan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga diisi dengan dialog dan diskusi yang memberi ruang kepada santri untuk bertanya secara langsung mengenai pengalaman berorganisasi, tantangan dakwah, hingga strategi membangun amal usaha Muhammadiyah.
“Dalam kunjungan terdapat sesi dialog dan diskusi. Kami berharap muncul penguatan dari para sesepuh Muhammadiyah sehingga terbentuk militansi kader terhadap Persyarikatan,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut memberikan dampak jangka panjang terhadap keberlangsungan kaderisasi Muhammadiyah.
“Silaturahmi ini diharapkan memberi dampak positif bagi kaderisasi Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Purworejo dan secara lebih luas bagi Muhammadiyah di berbagai daerah bahkan dunia,” tambahnya.
Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Ustaz Dr. (Cand.) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH., mengatakan bahwa program Silaturahmi Kader memiliki landasan spiritual yang kuat, yaitu ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya menjalin silaturahmi.
Menurutnya, nilai-nilai Islam yang diajarkan dalam hadis tersebut menjadi inspirasi utama lahirnya program pembinaan kader selama masa liburan.
“Program kunjungan santri kepada tokoh Muhammadiyah ini berangkat dari pesan Rasulullah SAW bahwa barang siapa ingin diperluas rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya menyambung silaturahmi. Karena itu, santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Darul Arqom tingkat SMP memanfaatkan masa liburan dengan bersilaturahmi kepada tokoh Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo,” tuturnya. (akhmad mauludin m/rilis grup media afiliasimu)
