PDM Sleman Raker Evaluasi Program-Penguatan Organisasi Muhammadiyah
TABLOIDMATAHATI.COM, KEBUMEN — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Pimpinan dan Evaluasi Program Majelis, Lembaga, serta Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah pada 13–14 Juni 2026 di Sagara View of Karangbolong, Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian program sekaligus menyusun langkah-langkah penguatan organisasi menjelang akhir masa kepengurusan.
Raker diikuti oleh jajaran PDM Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, pimpinan majelis dan lembaga, serta perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dengan latar panorama Samudra Hindia yang membentang di kawasan Karangbolong.
Sekretaris PDM Sleman, Arif Mahfud, S.Ag., dalam keterangannya menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting untuk merumuskan program-program yang masih harus diselesaikan dalam sisa masa kerja kepengurusan.
“Malam ini Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman bersama ketua dan sekretaris majelis, lembaga, serta ortom tingkat daerah melaksanakan raker di Sagara View Karangbolong, Kebumen semoga acara berjalan lancar dan mampu merumuskan program kerja yang masih tersisa sekitar satu setengah tahun ke depan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta pemaparan praktik baik dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang berhasil meraih predikat cabang unggulan dalam CRM 2025.
Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., M.A., saat membuka acara menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi melalui koordinasi yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh unsur Muhammadiyah dalam membangun komunikasi dan kerja sama yang efektif.
Dalam sambutannya, Harjaga memperkenalkan konsep “KISS” sebagai kunci pengelolaan organisasi. KIS yang dimaksud adalah koordinasi, interaksi, sinkronisasi, dan sosialisasi.
“Organisasi akan berjalan baik apabila ada koordinasi yang rutin. Dari koordinasi akan muncul interaksi berupa gagasan dan program. Setelah itu dilakukan sinkronisasi untuk menentukan prioritas yang bisa dilaksanakan. Tahap akhirnya adalah sosialisasi agar program dapat dipahami dan dijalankan oleh seluruh warga Muhammadiyah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh usulan program yang lahir dari majelis, lembaga, maupun ortom pada dasarnya merupakan gagasan yang baik. Namun demikian, diperlukan penyelarasan agar program yang dijalankan benar-benar realistis, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi persyarikatan serta masyarakat.
Harjaka juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti raker dengan semangat berjuang dan komitmen yang sama dalam menegakkan nilai-nilai Islam berkemajuan. “Yang terpenting adalah semangat untuk berjuang menegakkan tuntunan Islam dan mengangkat derajat umat. Raker ini harus menjadi sarana memperkuat sinergi seluruh unsur Muhammadiyah agar program-program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Selain evaluasi program, peserta juga memperoleh inspirasi dari pemaparan Heru Purnomo S.Ps dari PCM Gombong yang dinilai berhasil mengembangkan organisasi dan amal usaha Muhammadiyah secara signifikan. Berbagai pengalaman dalam pengembangan cabang, kaderisasi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi bahan pembelajaran bagi peserta raker.
Melalui forum ini, PDM Sleman berharap tercipta kesepahaman dan langkah bersama dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Hasil-hasil raker nantinya akan menjadi pedoman bagi majelis, lembaga, dan ortom dalam menjalankan program kerja secara lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan demi mewujudkan Muhammadiyah yang semakin maju dan berkemajuan. (arief hartanto)
