DIMPA UMM, Bedah Film Peringati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, Divisi Mahasiswa Pecinta Alam (DIMPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Maharesigana UMM, dan Kine Klub UMM menggelar kegiatan “Bedah Film: Membaca Pesan Lingkungan Lewat Layar” pada Sabtu (6/6/2026) di Kafe Kontainer UMM. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat untuk memahami kondisi lingkungan yang semakin mengalami degradasi melalui pendekatan seni dan media film.
Sebanyak 53 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WIB. Tiga film bertema lingkungan, yaitu Hijau, Forever Green, dan Serdadu Apel Emas, ditayangkan sebagai media edukasi yang mengangkat berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kerusakan ekosistem, perubahan iklim, hingga ancaman terhadap keberlanjutan sumber daya alam.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Biro Kemahasiswaan UMM, Tatag Muttaqin yang juga Perwakilan dari MDMC Jawa Timur sebagai Narasumber, sutradara film Serdadu Apel Emas, Lingga. Turut hadir pula mahasiswa perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMM serta pelajar yang tergabung dalam organisasi Sispala.
Dalam sambutannya, Tatag menekankan bahwa alam memiliki sistem kehidupan yang saling terhubung dan membutuhkan keseimbangan untuk tetap bertahan.
“Pohon-pohon di hutan tidak hidup sendiri. Mereka memiliki keterhubungan melalui sistem akar yang saling mendukung kehidupan ekosistem. Ketika pohon berdiri sendiri tanpa komunitasnya, hal tersebut dapat menjadi tanda terganggunya keseimbangan alam. Menurunnya jumlah sumber mata air juga menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Tatag yang merupakan dosen Kehutanan UMM.
Pembina DIMPA UMM sekaligus dosen Perikanan UMM, Rindya Fery Indrawan, menyampaikan bahwa kegiatan bedah film ini menjadi salah satu bentuk pendekatan kreatif dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.

“Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan memahami teori, tetapi perlu adanya kesadaran emosional dan aksi nyata. Melalui film, kita dapat melihat bagaimana alam berbicara kepada manusia melalui berbagai fenomena yang terjadi. Sebagai generasi penerus, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama sumber daya alam dan ekosistem perairan yang menjadi penopang kehidupan manusia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa persoalan lingkungan saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kepedulian kecil seperti menjaga kebersihan, mengurangi limbah, hingga melakukan konservasi lingkungan merupakan langkah nyata yang dapat memberikan dampak besar di masa depan.
Sementara itu, Mas Lingga menyampaikan bahwa film memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang lebih dekat dan menyentuh masyarakat.
“Edukasi lingkungan akan lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui bahasa dan media yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Film bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang refleksi dan ajakan untuk bergerak menjaga alam,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kondisi lingkungan di Kota Batu, khususnya berkurangnya jumlah pohon apel yang dipengaruhi oleh perubahan suhu yang semakin signifikan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam film Serdadu Apel Emas dan menjadi pengingat akan pentingnya tindakan nyata dalam menghadapi perubahan iklim.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dari DIMPA UMM, Kak Hafiza, yang membangun suasana hangat dan penuh semangat. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan musik dari Band IKABAMA UMM yang berhasil menciptakan suasana akrab sebelum peserta menyaksikan pemutaran tiga film yang dioperasikan oleh Kine Klub UMM.
Setelah sesi pemutaran film, peserta mengikuti bedah film dan diskusi interaktif yang dipandu oleh Kak Sukma Ayu sebagai moderator dari Maharesigana UMM. Berbagai pertanyaan dan pandangan dari peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap isu lingkungan. Tidak sedikit peserta yang mengaku tersentuh oleh pesan-pesan yang disampaikan melalui film dan semakin menyadari pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian alam.
Suasana Kafe Kontainer UMM yang sejuk dan dikelilingi lingkungan hijau turut mendukung jalannya kegiatan. Udara malam Kota Malang yang nyaman menghadirkan pengalaman berdiskusi yang lebih dekat dengan alam, sejalan dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia.
Melalui kegiatan “Bedah Film: Membaca Pesan Lingkungan Lewat Layar”, Dimpa UMM, Maharesigana UMM, dan Kine Klub UMM berharap kesadaran terhadap isu lingkungan tidak berhenti pada ruang diskusi semata, tetapi mampu diwujudkan dalam aksi nyata. Kepedulian terhadap alam, sekecil apa pun langkah yang dilakukan, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bumi bagi generasi yang akan datang. (rfi)
