Relawan Muhammadiyah Tanggap Bencana Banjir di Bumiayu Brebes
TABLOIDMATAHATI.COM, BREBES– Hujan deras yang tak henti mengguyur wilayah Brebes Selatan sejak 8 hingga 13 November 2025 memicu banjir bandang yang membuat warga Kecamatan Bumiayu terpukul. Pergeseran aliran Sungai Keruh akibat sedimentasi memaksa air meluap ke permukiman, memutus akses jalan, merendam fasilitas publik, mengganggu suplai air bersih, hingga menelan korban jiwa. Peristiwa ini menjadi salah satu banjir terbesar yang dihadapi warga dalam beberapa tahun terakhir.
Subkor Kedaruratan BPBD Brebes, Rismanto, menjelaskan bahwa perubahan arah aliran Sungai Keruh menjadi pemicu utama bencana tersebut. Ia menuturkan bahwa luapan air merendam rumah warga di Desa Adisana, Penggarutan, dan Kalierang. “Air naik begitu cepat. Akses jalan Adisana–Cilibur pun terputus,” katanya. Dampaknya terasa langsung pada 134 jiwa dari 41 rumah yang terdampak. Kerusakan juga terjadi pada tiga sumber air PDAM Tirta Baribis sehingga aliran air bersih terhenti. Empat sekolah dasar di Kalierang tak dapat beroperasi setelah ruang kelas dipenuhi lumpur. Seorang warga, Haikal Alfi, meninggal dunia karena tersengat listrik dan terseret arus.
Warga Adisana, Faqih Mahtuh, menggambarkan betapa aktivitas warga benar-benar lumpuh. Ia menyebut arus lalu lintas di kawasan Adisana RW 03/RT 01 terganggu karena air yang mengalir dari Sungai Keruh kini melewati jalan raya Adisana–Dukuhweni. Kondisi itu berdampak pada 59 KK yang tinggal di sekitar jalur tersebut. Sekretaris Desa Adisana, Winny Dian, menambahkan bahwa anak sekolah, pedagang, dan pekerja terpaksa mengambil jalur memutar karena jalan poros desa tidak bisa digunakan. Ia mengatakan, “Aliran sungai justru masuk ke permukiman RT 01 Dukuh Kweni, dekat Perumahan Jabal Mina 1. Dinding pembatas tak sanggup menahan tekanan air dan akhirnya jebol.”
Di Desa Penggarutan, sebanyak 28 KK merasakan dampak serupa. Jalan desa di Adisana RT 01/RW 03 masih digenangi air setinggi 20–50 cm. Yohan Melani, relawan KOKAM, menilai situasi masih berat dan banyak warga membutuhkan pendampingan.
Langkah cepat dilakukan Pemerintah Kabupaten Brebes. BPBD bersama jajaran pemkab mengerahkan dua alat berat untuk menutup tanggul yang jebol. Pengerukan sedimentasi dan pemulihan alur sungai dilakukan sejak hari pertama. “Kami berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Tanggul yang jebol sudah kami tutup, dan aliran air dialihkan kembali agar tidak memasuki permukiman,” jelas Rismanto.
Di sisi lain, MDMC Brebes langsung mengaktifkan Pos Koordinasi Relawan (POSKOR) di Muhammadiyah Children Center PCM Bumiayu, Pagenjahan, Kalierang. Anggota LRB MDMC Brebes, Afghani Abduh Ridha, menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya mengerahkan 65 personel dari MDMC, AUM kesehatan, ortom, dan relawan Muhammadiyah. Mereka melakukan asesmen di tiga desa terdampak, mengevakuasi warga, membersihkan sisa material banjir, menyemprot jalan, menyalurkan logistik, serta membantu pemulihan dini bersama BPBD, BNPB, Damkar, Banser, ormas, dan pemerintah desa.
Pada 13 November, MDMC bekerja sama dengan RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu, Klinik Pratama Aisyiyah Bumiayu, serta Klinik PKU Penggarutan membuka layanan kesehatan gratis di PRM Kalierang, Klinik Penggarutan, dan Desa Adisana. Sebanyak 210 warga memanfaatkan layanan tersebut. Selain itu, MDMC membagikan 300 paket sembako dan menyalurkan air bersih karena suplai PDAM terhenti. “Warga benar-benar membutuhkan bantuan cepat. Kami bergerak secepat mungkin,” ujar relawan Muhammadiyah, Ria Utami.
MDMC Brebes mengajak AUM, ortom, dan warga Muhammadiyah untuk memperkuat konsolidasi bantuan melalui POSKOR agar proses pemulihan berjalan efektif. Komitmen ta’awun yang mereka tunjukkan menjadi penanda kuatnya solidaritas di tengah warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Kolaborasi antara MDMC, relawan, RSU Siti Aminah, Klinik Aisyiyah, Klinik PKU Penggarutan, Lazismu, Pemkab Brebes, serta berbagai organisasi kemanusiaan membuktikan bahwa jaringan solidaritas Muhammadiyah di Brebes Selatan bekerja nyata. Dengan semangat fastabiqul khairat, Muhammadiyah menegaskan hadir untuk mendampingi warga hingga kondisi kembali pulih. (taufik/rilis grup media afiliasimu)
