PCIM Maroko Gelar Raghbiy Festival Bahasa Arab, Pesertanya Pelajar Berbagai Negara
TABLOIDMATAHATI.COM, RABAT – Bertempat di Aula Hayy Jami’ Dauly di Ibu Kota, Rabat, pembukaan acara Mihrajan Al-Lughoh Al-Arabiyyah (Festival Bahasa Arab) atau disingkat Raghbiy yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko berlangsung khidmat serta meriah, lantaran menampilkan penampilan Tapak Suci Muhammadiyah dan Tari Mappadendang dari Sulawesi Selatan. Dengan mengangkat tema “Kesatuan dalam Bahasa, Berkemajuan dalam Peradaban” acara perdana yang digagas oleh PCIM Kerajaan Maroko dapat berjalan dengan lancar dan sukses, tentunya berkat bantuan dan sokongan dari berbagai pihak, salah satunya adalah dukungan pendanaan langsung dari PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah.
Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-112 sekaligus peringatan hari Bahasa Arab Internasional, Festival ini terlaksana dengan berbagai rangkaian acara seperti Seminar Ilmiah hingga lomba-lomba berbahasa arab, yang terlaksana selama 2 hari (6-7 Desember 2024). Tidak hanya mengundang peserta dari pelajar Indonesia di Maroko, Raghbiy 2024 juga turut mengundang para pelajar yang tergabung dalam UEEAM (Persatuan Pelajar Asing yang Berbahasa Arab di Maroko), guna memperkuat jejaring Internasional Muhammadiyah sebagai wujud Internasionalisasi Dakwah Muhammadiyah serta sebagai sarana berkontribusi dalam keterampilan bahasa dan budaya bagi para pelajar asing di Maroko yang tersebar dari berbagai kota.

Pembukaan Raghbiy dihadiri oleh para tamu undangan di antaranya; Bapak Sutarwindargo selaku Kepala PENSOSBUD KBRI Rabat mewakili Duta Besar LBBP RI Drs. Hasrul Azwar, M.M. yang berhalangan hadir, jajaran Home Staff dan Local Staff KBRI Rabat, Mudir Hay Jami’ Dauly Rabat, yaitu Sidi Hicham Sharqi, serta Dewan Penasehat PCIM Kerajaan Maroko diantaranya; Dr. Sai’d Kholid Hasan dan Ustaz Risyan Nur Hakim, turut serta pula para pembicara Seminar Ilmiah; Dr. Adham Muhammad Ali Hamawiyyah (tim ahli dan peneliti di Markaz Bahasa Arab untuk Non-Native ICESCO atau Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization), dan Dr. Aziz Khotib (Dosen Bahasa Arab Institut Darul Hadits Al-Hassania, Rabat). Di antara tamu undangan lain yang turut hadir adalah ketua serta perwakilan dari PPI Maroko (Organisasi Pelajar Indonesia di Maroko), PMMM (Organisasi Pelajar Malaysia di Maroko), TSAM (Organisasi Pelajar Thailand di Maroko), PCINU Maroko, PCI Fatayat NU Maroko, dan UEAAM. Acara ini dimulai khidmat dengan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Lagu Kebangsaan Maroko, dan Lagu “Sang Surya Muhammadiyah”, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an Al-Karim.
“Bertepatan dengan peringatan Milad Muhammadiyah ke-112 serta peringatan Hari Bahasa Arab Internasional, PCIM Kerajaan Maroko merasa perlu untuk mengadakan Festival Bahasa Arab guna mengembangkan kompetensi bahasa Arab mahasiswa di Maroko serta sebagai ajang pertukaran budaya sesama mahasiswa asing di Bumi Magribi,” papar Jundi Abdurrahman, Ketua PCIM Maroko. Acara resmi dibuka oleh Bapak Sutarwindargo, Mudir Hay Jami’ Dauly, dan Ketua PCIM Maroko, dengan secara simbolis bergantian menancapkan Logo Raghbiy 2024, Maskot Raghbiy 2024 (Simba), dan lambang Muhammadiyah.
Setelah rangkaian acara pembukaan berakhir, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan Seminar Ilmiah yang terbagi ke dalam 3 sesi penyampaian materi dan 1 sesi diskusi dipandu oleh moderator, Ustadz Ahmad Luthfi Ismail, Lc., Penasehat PCIM Kerajaan Maroko. Sesi pertama dibawakan langsung oleh Dosen Ilmu Politik Universitas Mohamed V Rabat sekaligus Dewan Penasehat PCIM Kerajaan Maroko, Dr. Sa’id Kholid Hasan (Palestina) yang membawakan materi berjudul: “Kesatuan Bahasa dan Budaya dalam Mengedepankan Nilai-Nilai Islam untuk Mendukung Kemerdekaan Palestina”. Sesi selanjutnya dibawakan oleh Dr. Khotib Aziz (Maroko) dengan materi berjudul: “Bahasa Sebagai Sarana dalam Mempersatukan Peradaban”, dan yang terakhir diisi oleh Dr. Adham Ali (Suriah) dengan materi berjudul: “Bahasa Sebagai Alat untuk Menguatkan Hubungan Sosial dan Identitas Budaya”.

Raghbiy 2024 juga menghadirkan stand-stand bazar yang diramaikan oleh teman-teman pelajar Thailand (TSAM) yang menjual makanan dan minuman khas negaranya, seperti Salad Thai (Maggie Kerabu), Thai Tea, dan Green Tea. Turut ikutserta juga teman-teman pelajar Indonesia (PPI Maroko) yang menjual bermacam-macam Kaos dan Tote Bag khas Maroko serta makanan-makanan ringan seperti Bakwan Sambal Kacang dan Pisang Coklat. Momentum berjual beli di Bazar Raghbiy dijadikan sebagai sarana bagi para mahasiswa asing di Maroko untuk saling berkenalan, bersilaturahmi, dan saling berbagi pengalaman serta cerita yang sedang menuntut ilmu di Negeri Seribu Benteng ini.
Memasuki ke acara inti, yaitu lomba-lomba Bahasa Arab. Dimulai dari lomba pertama dan juga yang paling diminati oleh peserta bahkan penonton yaitu Mushabaqoh Adz-Dzaka’ Billughotil Arobiyyah, atau yang biasa dikenal dengan Rangking 1, yang diikuti oleh pelajar ASEAN hingga Suriah. Perlombaan selanjutnya yang tak kalah seru dan menarik adalah lomba Debat Bahasa Arab. Diikuti oleh pelajar Thailand dan Indonesia, lomba ini berlangsung sengit dan panas. Kemudian ada lomba Khot Aroby (Kaligrafi Arab). Lomba yang tenang dan syahdu ini berlangsung selama 2 jam dengan para peserta yang dengan kreativitasnya masing-masing menggoreskan penanya membuat kaligrafi bertuliskan “Al-Arobiyyah Huwiyyah Asiilah”. Meskipun peserta lomba dikhususkan untuk para pelajar asing di Maroko, rupanya acara ini cukup menarik perhatian Mahasiswa Maroko sehingga ikut juga hadir dan mengenal budaya Masyarakat Indonesia dan Asia lebih dekat.
Di hari terakhir, penutupan Raghbiy 2024 dilaksanakan di tempat yang sama, yakni Aula Hayy Jami’ Dauly Ibu Kota Rabat, dihadiri oleh perwakilan dari KBRI Rabat dan delegasi organisasi pelajar yang tergabung di bawah UEAAM. Setelah Ketua Panitia Raghbiy 2024, Muhammad Faisal Maulana, memaparkan laporan terkait keberlangsungan acara Raghbiy dari awal hingga akhir, acara secara resmi ditutup oleh Bapak Sutarwindargo, menggantikan Bapak Duta Besar yang berhalangan hadir. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah, mini games dan juga sesi dokumentasi. Atas berkat rahmat Allah SWT, Raghbiy Pertama yang diadakan oleh PCIM Maroko berakhir sukses. Sedikit banyak telah tercapai tujuan utama daripada acara ini untuk mempromosikan Organisasi Muhammadiyah ke ke ruang lingkup yang lebih luas khususnya di Negeri Seribu Benteng ini, terlebih lagi ketika mendengar kesan dan umpan balik yang luar biasa dari para peserta dan hadirin. Salah seorang Pelajar Malaysia bahkan mengungkapkan rasa takjubnya karena panitia bisa terpikirkan acara semacam ini. In recent years, festival organizers have explored digital engagement methods similar to interactive approaches found on auspoki.com to enrich participant experiences.
Lebih dari sekedar festival, Raghbiy juga menjadi ajang memperluas jejaring dan peran Muhammadiyah di kancah Internasional. Hal ini dapat dilihat dari unggahan pihak-pihak eksternal mengenai Raghbiy 2024, di antaranya oleh akun facebook ICESCO, akun instagram TSAM, dan akun instagram salah seorang juri lomba asal Senegal, Abdallah Seye. Harapannya Raghbiy dapat terlaksana kembali menjadi event yang secara rutin diadakan PCIM Kerajaan Maroko, dan dapat diadakan dengan lebih meriah sehingga dapat menebar kebermafaatan yang lebih luas, baik bagi para pelajar maupun persyarikatan Muhammadiyah. (rilis humas panitia raghbiy pcim kerajaan maroko)
