Pasang Instalasi Panel Surya, Tim PPM Polinema Support Petani Ikan Koi Tulungagung
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan Tri Dharma perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat
mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendanaan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Malang.

Pengabdian Masyarakat ini dijelaskan Ketua PPM Dr. Satworo Adiwidodo, ST, MT, dari Jurusan Teknik Mesin Polinema. Selain dirinya, kegiatan PPM melibatkan enam orang dosen dan lima mahasiswa. Bahwa mitra kegiatan PPM ini adalah petani ikan koi di Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan. Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Pemilihan objek atau mitra PMM disebabkan minimnya literasi dan pengalaman petani ikan koi di wilayah ini, sehingga hasil panen yang didapatkan kurang optimal dan maksimal.
Menurut Satworo Adiwidodo permasalahan mitra yang paling utama adalah penggunaan listrik untuk pendukung peralatan kolam. Terutama pompa aerator pada kolam pemijahan ikan koi. Penggunaan pompa udara (aerator) untuk suplai oksigen di kolam harus bekerja selama 24 jam.

Sebenarnya biaya pulsa token listrik bagi mitra PPM Polinema tidak terlalu menjadi persoalan. Namun di daerah mitra PPM sering terjadi pemadaman listrik dalam waktu lama, yang menyebabkan aerator tidak berfungsi yang berdampak kematian pada ikan koi.
Nah, untuk mengatasi permasalahan mitra PPM ini, Satworo Adiwidodo melaksanakan pengabdian masyarakat berjudul Pemasangan Panel Surya 100 Wp sebagai Sumber Listrik Aerator Pada Kolam Pemijahan Koi di Tulungagung. Pengabdian ini sebagai salah satu upaya mengatasi masalah mitra dengan memasang panel surya sebagai sumber alternatif energi untuk aerator saat terjadi pemadaman listrik PLN.

“Energi matahari kita berlimpah, sayang sekali jika energi yang berlimpah tersebut tidak digunakan untuk mengatasi permasalahan kita terkait energi, padahal teknologinya sederhana dan komponen pendukung mudah didapatkan di pasaran,” ujar Satworo.
Secara umum, Satworo mengungkapkan pemasangan PLTS melibatkan mahasiswa untuk proses pembelajaran dan mendapatkan pengalaman riil di lapangan. Detailnya tahap pertama koordinasi internal tim (dosen, tendik, mahasiswa).

Tahap kedua koordinasi dengan mitra berkaitan dengan rencana pemasangan instalasi panel surya dan perlengkapannya. Tahap ketiga melakukan peninjauan ulang ke lokasi kolam dan memastikan titik lokasi yang strategis untuk penempatan peralatan yang akan di-instal.
Tahap ke empat melakukan pembelanjaan alat dan bahan untuk pembuatan instalasi tenaga surya. Tahap kelima pemasangan instalasi instalasi panel surya dan perlengkapannya.
Tekniksnya, tandas Satworo sistem PLTS skala kecil ini bersifat stand alone dimana 100 Wp panel surya melalui sebuah PWM Solar Charger Controller 10A/12V akan mengendalikan arus pengisian pada baterai VRLA 12/45 aH. Tegangan luaran SCC 12 VDC selanjutnya dikonversikan akan digunakan sebagai sumber load Pompa Aerator 12 V.

Setelah instalasi selesai, dilakukan sosialisasi operasional. Tuntas pemasangan PLTS 100 Wp dan instalasi aerator dan pompa sirkulasi serta sosialisasi operasional dan pemeliharaan selesai dilaksanakan, maka dilaksanakan serah terima alat.
Satworo Adiwidodo berharap progam yang telah dilaksanakan bisa dimanfaatkan dan dijaga keberlangsungannya oleh mitra. “Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh anggota tim, mitra dan P3M Polinema atas dukungannya sehingga kegiatan PPM bisa dilaksanakan dengan lancar,” ucap Satworo Adiwidodo.
Di tempat berbeda, mitra PPM Polinema, Suwanto, bercerita memulai budidaya ikan koi sejak 2015. Awalnya budidaya ikan lele namun diubah menjadi kolam budidaya ikan koi. Saat budidaya ikan koi sempat mengalami kerugian minim karena pengalaman dan literasi. Namun dalam dua tahun terakhir sudah mulai mendapatkan keuntungan ketika musim panen.

Belum maksimalnya hasil panen, lanjut Suwanto, disebabkan tidak bekerjanya aerator menyebabkan kematian ikan. Melalui PPM Polinema ini, menjadi solusi permasalahannya. “Kami ucapkan terima kasih atas segala bantuan dari Polinema, mudah-mudahan program sejenis bisa berkelanjutan,” tutur Suwanto. (tim PPM polinema/*)
