Mahasiswa FK UM Surabaya Penyuluhan Vitiligo di RSUD Dr Soegiri
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN– Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya kembali mengadakan penyuluhan kesehatan, kali ini membahas penyakit kulit vitiligo. Acara yang berlangsung di Poli RSUD Dr Soegiri Lamongan pada Rabu (28/2/2024) ini menghadirkan pembicara utama dr Yuli Wahyu Rahmawati SpDV MKed Klin bersama para dokter muda yang sedang menjalani studi klinis di RSUD Dr Soegiri Lamongan.
dokter yuli menjelaskan bahwa vitiligo adalah penyakit kulit yang ditandai dengan hilangnya pigmen pada kulit akibat kerusakan melanosit, sel penghasil pigmen. “Kondisi ini menyebabkan munculnya bercak putih yang tidak bersisik pada kulit atau membran mukosa. Meski tidak menimbulkan gejala fisik yang serius, vitiligo sering berdampak pada penampilan dan kualitas hidup penderitanya,” tambahnya.
dosen yang juga sebagai dokter kulit di RSUD Dr Soegiri Lamongan ini menyatakan, penyakit vitiligo memengaruhi sekitar 0,5-2% populasi dunia, dengan sebagian besar kasus terjadi sebelum usia 20 tahun. Vitiligo dapat dipicu oleh trauma, paparan sinar matahari, stres, atau penyakit sistemik. Beberapa bagian tubuh yang sering terkena antara lain wajah, tangan, puting, pusar, serta area genital.
Dalam penyuluhan ini, para ahli memaparkan metode penatalaksanaan vitiligo yang bertujuan memperbaiki kerusakan melanosit dan memulihkan pigmen kulit. Pendekatan pengobatan dibagi menjadi dua kategori, yaitu medikamentosa dan non-medikamentosa.
Lebih lanjut, dokter yuli membagikan tata cara pengobatan pada penyakit ini. Pengobatan lini pertama mencakup penggunaan kortikosteroid topikal seperti mometasone 0,1% atau clobetasol 0,05%, serta inhibitor calcineurin seperti tacrolimus 0,1% atau pimecrolimus 1,0%. Kortikosteroid sistemik juga digunakan pada kasus vitiligo progresif untuk membantu menstabilkan kondisi pasien.
Melalui penyuluhan ini, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang vitiligo sekaligus memberikan edukasi terkait pengobatan dan pencegahannya. Acara ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (penulis: rahma ismayanti/hamim)
