PMM 81 Gel 8 UMM-Warga Donowarih Ubah Limbah Organik Jadi Pupuk Cair
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri adalah Kegiatan Kolaboratif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam Pengembangan Masyarakat. Program ini merupakan perluasan konsep dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Pelaksanaan Program PMM Kelompok 81 pada Gelombang 8 yang beranggotakan Adhie Wanda Fadhila, Astiti Puspa Ardyanti, Zaki Aksayna Farid Duddin, Febrian Siva Anugerah Efendi, dan dikoordinasi oleh Ardhil Bahri, dengan Dosen Pembimbing Iradhad Taqwa Sihidi, S.IP., M.A berlangsung selama satu bulan, dimulai sejak 18 Juli 2024 hingga 19 Agustus 2024. Program PMM Bhaktiku Negeri menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan tinggi yang terintegrasi. Di balik struktur katanya yang khas, program ini menghidupkan pendekatan pembelajaran praktis yang membawa manfaat konkrit bagi komunitas. Dengan bersama-sama merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai inisiatif, mahasiswa memperoleh nuansa pengalaman yang tak ternilai harganya.

Desa Donowarih, yang terletak di daerah yang kaya akan lahan pertanian dan perkebunan, memiliki potensi besar dalam menghasilkan limbah organik dari berbagai aktivitas pertanian dan perkebunan yang dilakukan oleh masyarakat setempat. “Limbah-limbah ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi masalah lingkungan yang serius, seperti pencemaran tanah dan air, serta penumpukan sampah yang tidak terurai” ungkap Kasmuri, Ketua Kelompok Tani. Oleh karena itu, kelompok Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) berinisiatif untuk menerapkan program kerja yang inovatif dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan limbah-limbah yang dihasilkan dari sisa-sisa perkebunan dan pasar. Salah satu program yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kelompok PMM dan masyarakat Desa Donowarih adalah produksi Pupuk Organik Cair (POC).
POC merupakan pupuk yang berbentuk cair dan diproduksi secara alami melalui proses fermentasi dari bahan-bahan organik. Pupuk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat POC umumnya berasal dari sisa-sisa tanaman, kotoran hewan, dan bahan organik lainnya yang mudah ditemukan di sekitar desa. Untuk keberlanjutan progam pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair kami bekerjasama dengan kelompok tani desa Donowarih.
Proses pembuatan POC ini melibatkan beberapa langkah penting. Pertama, pengumpulan bahan-bahan organik yang akan digunakan sebagai bahan baku. Setelah itu, bahan-bahan tersebut dicampur dan difermentasi. Untuk mempercepat proses fermentasi atau pembusukan limbah organik, diperlukan bantuan bahan kimia yang dikenal sebagai Bioaktivator. Bioaktivator ini berfungsi untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang ada dalam bahan organik, sehingga proses fermentasi dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 81 Gelombang 8 berinisiatif mengambil langkah dalam pengolahan limbah organik untuk pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) tidak hanya menawarkan solusi terhadap masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi masyarakat secara signifikan. Dengan adanya program POC ini, diharapkan masyarakat Desa Donowarih tidak hanya dapat mengurangi jumlah limbah organik yang dihasilkan, tetapi juga dapat memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk yang bernilai ekonomis. Selain itu, penggunaan POC sebagai pupuk dapat membantu meningkatkan kualitas hasil pertanian dan perkebunan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini juga dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola limbah organik secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kesuksesan awal ini membuka peluang bagi Desa Donowarih untuk menjadi model desa ramah lingkungan dan pusat inovasi pengolahan limbah organik. Dengan transformasi ini Desa Donowarih tidak hanya berhasil mengatasi tantangan pengolahan limbah tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. Inisiatif ini membuka bahwa dengan pendekatan serta tindakan yang tepat masalah lingkungan dapat diubah menjadi peluang untuk kemajuan ekonomi dan sosial untuk menciptakan model pembangunan desa yang harmonis dengan alam dan berpusat pada pemberdayaan masyarakat. (penulis/foto: pmm 89 gelombang 8 umm/editor: hamim)
