PKKM Kemenag Kota Malang, Mamumtaza Madrasah Unggul Setahun 41 Raih Juara
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Menarik perhatian masyarakat MA Muhammadiyah 1 Malang populer disebut Mamumtaza sebagai madrasah swasta yang unggul. Predikat unggul ini sebagai hasil dari Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tahun ke-3 Kementrian Agama kota Malang (Kemenag), Senin (4/12).
Dijelaskan Kepala Mamumtaza, ustadz Syaiful Arif, S.Ag, bahwa selama tahun ajaran 2022-2023 madrasah yang dipimpinnya berhasil meraih 17 juara tingkat nasional, 2 juara tingkat propinsi dan 22 tingkat kota. Jika semua juara ini ditotal berjumlah 41 juara mulai tingkat lokal, regional, hingga nasional.

“Selain itu, kami juga meraih predikat sebagai madrasah ramah anak oleh Kementrian Agama Kota Malang,” ujar ustadz Arif yang pernah menjabat sebagai Kepsek SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang ini.
Data pretasi ini, disampaikan ustadz Arif kepada tim Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tahun ke-3 Kementrian Agama kota Malang. Rasa syukur dan terima kasih disampaikan kepada seluruh dewan guru dan semua komponen madrasah atas kesuksesan tersebut.

Sementara itu koordinator pengawas PKKM Kemenag Kota Malang, Muzainah, M.Pd, mengatakan PKKM merupakan penilaian kinerja tahunan untuk mengukur progres kepala madrasah bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam mengelola, mengembangkan, mempertahankan maupun meningkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya.
Penilaian PKKM meliputi lima aspek yaitu upaya pengembangan madrasah, managerial, supervisi GTK, hasil kinerja kepala madrasah, pengembangan kewirausahaan.

Selain itu PKKM juga merupakan tangga untuk penilaian madrasah lima tahun ke depan yaitu akreditasi BAN S/M, sehingga jika setiap tahun ada progress. Maka untuk akreditasi lebih mudah dan bisa mempertahankan status akreditasi A (Unggul) Mamumtaza yang sudah ke 5 kali sejak 2004-2024 ini.
Penilai ke dua, Farid Wadjdi, M.Pd, menjelaskan ada beberapa insrumen akreditasi saat ini dengan tahun sebelumnya. Dokumen-dokumen atau bukti-bukti fisik dalam bentuk foto, video dan aplikatif lebih dominan dari pada bukti hard copy.

Melalui perencanaan, implementasi dan dokumentasi setiap kegiatan menjadi hal penting untuk dapat mencapai nilai maksimal. Jika sebelumnya telah memperoleh nilai 91 atau nilai A, maka akan memperoleh nilai lebih atau kurang bergantung pada apa yang di-isikan berbagai kegiatan dalam Sispena.
Oleh karena itu pentingnya kerja tim untuk mencapai semua itu, meski penilaiannya adalah penilaian kepala madrasah, termasuk juga akreditasi,” ungkap mantan Kepala MTs Sunan Kalijaga ini. (humas mamumtaza/slamet riadi)
