Tim PKM-RSH UMM Lolos Pimnas Riset Halal Awareness
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Tim PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora) siap berlaga di ajang bergengsi tahunan antar kampus yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim PKM RSH Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sinta Krismaya, bahwa timnya dikabarkan lolos pendanaan PKM oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada Selasa (7/11) lewat surat keterangan Dikti.
Judul PKM-RSH yang dilombakan adalah Halal Awareness: Analisis Kesiapan UMKM Industri Pangan di Kota Malang dalam Mengadopsi Halal Certification. Sinta menjelaskan, riset tersebut meneliti mengenai faktor penghambat dan faktor pendukung adopsi halal certification.

Sampel yang digunakan dalam penelitian sejumlah sekitar 303 data UMKM yang ada di Kota Malang yang tersebar di lima kecamatan yaitu Kedungkandang, Lowokwaru, Blimbing, Sukun, dan Klojen. Penyebaran kuesioner dan wawancara dilakukan dari bulan Juli di setiap wilayah.
Adapun tim dari PKM-RSH UMM ini yaitu Sinta Krismaya (ketua), Ikhdazahrotunni Saaul Mufidah, Wangi Mawar Taqwani, dan Yoga Adiwinata Prayitno. Tim ini mendapatkan pengarahan dari Dosen Pendamping, Fahmi Dwi Mawardi, S.E., M.S.A., CSRS.

Perlu untuk diketahui, sebelumnya Tim PKM-RSH ini awalnya hanya digarap berdua oleh Sinta dan Ikhda selaku ketua dan anggota dari Program Studi Akuntansi UMM. Sebelum sampai Pimnas sudah berhasil meraih juara pertama Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) awal Oktober lalu.
Seiring berjalannya waktu anggota menjadi faktor penting dalam keberhasilan tim dan memutuskan berkolaborasi dengan jurusan lainnya untuk melengkapi formasi tim dan bekerjasama untuk pengembangan artikel.

“Selama proses keikutsertaan dalam skema PKM-RSH ini banyak sekali tantangan yang dialami. Tantangan ini dimulai dari pembuatan proposal PKM yang memiliki seleksi ketat mulai dari seleksi internal kampus maupun seleksi eksternal tahap satu sampai dengan pendanaan. Selain itu, ketika tim dinyatakan lolos maka masih banyak rangkaian kegiatan yang harus dijalankan tim seperti monev internal, pembekalan, dan lomba PTMA yang diselenggarakan oleh Puspresma,” ungkap Sinta.
Meskipun begitu, sambung Sinta, dirinya dan tim tidak patah semangat dengan perjuangan mereka. Kabar lolosnya mereka di Pimnas membuat mereka semakin bersemangat menyelesaikan project mereka dan menargetkan juara.

“Walaupun mengalami banyak kesulitan dalam merealisasikan artikel ilmiah yang mampu dipublikasi SINTA 3, tim ini tetap berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan anggota agar hasil artikel dapat memuaskan dan mampu membawa manfaat untuk masyarakat luas,” pungkasnya. (hamara)
