Muhammadiyah Tempel Gelar Pengajian Ahad Pagi
TABLOIDMATAHATI.COM, JATENG-Ahad 13 Agustus 2023 pukul 06.00 WIB Pengajian Rutin Ahad Pagi Muhammadiyah Kapanewon Tempel mengambil tempat tempat di Gedung dakwah Muhammadiyah Mororejo dimulai.
Pengajian hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, karena digelar sebagai bagian dari acara pra Musyawarah Cabang Tempel serta hadirnya tamu-tamu perwakilan dari cabang dan ranting se Kabupaten Sleman turut hadir dalam pengajian, nampak Jamaah pengajian memenuhi ruang di dalam dan di luar gedung dakwah Mororejo.
Jamaludin Ahmad, Pimpinan Majelis Pembinaan Cabang dan Ranting dan Pembinaan Masjid PP Muhammadiyah sebagai pengisi memulai pengajian dengan menyampaikan bahwa dakwah sendiri-sendiri itu tidak enak cepat lelah mudah mati.
Dakwah harus dengan berjamaah, berharokah, bersyarikat. Sebagaimana firman Allah Q.s. Ali Imron ayat 104. Juga sebagaimana difirmankan Allah dalam Al Quran Surat At Taubah ayat 41, yang artinya Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahuhi.
“Kadang-kadang ketika kita akan melangkah untuk datang ke suatu pengajian awalnya berat. Tetapi bismillah berangkat, sampai di tempat bertemu saudara dan teman-teman yang semangat maka membangkitkan rasa ikhlas. Contoh lain ketika terdengar adzan Subuh rasanya lebih enak tidur. Tetapi meskipun berat tetap bangkit menuju masjid. Di masjid melihat anak-anak kecil sholat Subuh di masjid, hati tergerak anak kecil saja semangat sholat Subuh di masjid, saya yang sudah berumur 45 tahun kok masih berat, maka mulai muncul rasa ikhlas untuk sholat di masjid. Selalu berdoa Bismillah mohon kepada Allah agar hati ini dibuat ikhlas, “tutur beliau.
Lebih lanjut Ustadz Jamaludin menandaskan kita diperintah berungguh-sungguh jihad dengan harta dan diri kita. JIka orang tidak mau berjihad dengan hartanya maka tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi pemuja-pemuja harta.
MPCR sekarang berubah menjadi MPCR dan PM. PM singkatan dari pembinaan masjid, maka majelis ini bertambah amanahnya untuk memakmurkan masjid-masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Muhammadiyah akan mengelola masjid agar menjadi masjid yang makmur. Hal yang akan dilakukan dengan cara membuat masjid percontohan. Setiap wilayah, daerah, cabang maupun ranting diharapkan mempunyai masjid yang dapat dijadikan sebagai contoh masjid yang makmur. Jadi memakmurkan masjid merupakan salah satu amanah persyarikatan.
“Bapak ibu jama’ah semua, jIka kita mau aman maka harus beriman, orang beriman pasti amanah. Jadi kita butuh pemimpin-pemimpin yang amanah jika ingin negeri aman. Kita harus menjadi orang yang amanah. Maka dari itu dalam bermuhammadiyah harus didukung dengan tertib beribadah, tertib belajar, tertib organisasi. Salah satu caranya dengan tertib beribadah atau memakmurkan masjid dimana dia tinggal”ucapnya.
Ada beberapa hal yang dapat dilaksanakan untuk memakmurkan masjid di lingkungannya. Caranya dengan konsolidasi bersama, bermuhammadiyah harus bergembira, siapkan program-program prioritas, serta Kegiatan-kegiatan pendukungnya dilaksanakan sebaik-baiknya.
Mari kira jadikan masjid makmur dan memakmurkan. Kita wujudkan slogan Muhammadiyah “Ranting itu penting , cabang harus berkembang, masjid makmur memakmurkan, Muhammadiyah sukses dunia sukses akhirat”. (rilis: pamuji sri subekti/editor: hamara)
