Jum’at Berbagi SMP Mugi-PEM Bagikan 500 Nasi Kotak
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Momentum Isra’ Mi’roj di SMP Muhammadiyah 9 Gondanglegi populer disebut SMP Mugi bersama santri Pesantren Entreprenur Muhammadiyah (PEM) sebagai boarding SMP Mugi menggelar kegiatan untuk menguatkan spiritual siswa. Kepala SMP Mugi, ustadz Drs. Parngadi, M.Pd, menjelaskan kegiatan yang mengambil hikmah Isra’ Mi’raj ini dilaksanakan setiap tahun agar siswa SMP Mugi termotivasi dari kisah spiritual perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihissalam dari Makkah ke Masjidil Aqsa dalam satu malam.

Menurut ustadz Parngadi tahun ini siswa memperingati Isra’ Mi’raj dengan mengikuti kajian dari Ketua PCM Gondanglegi ustadz Abu Bakar dan ustadz Santoko Kunaryo, S.PdI. Setelah itu dilanjutkan dengan pemabagian sekitar 500 nasi kotak kepada warga dan pengendara yang melintas di depan SMP Mugi dan PEM (boarding SMP Mugi).
Dijelaskan ustadz Parngadi, ratusan nasi kotak ini berasal dari anggaran sekolah serta partisipasi wali murid. Dari sedekah nasi kotak oleh siswa SMP Mugi-santri PEM bertujuan sebagai teladan tentang keutamaan sedekah, terlebih lagi di hari Jum’at penuh berkah.

Sementara itu, Ketua PCM Gondanglegi ustadz Abu Bakar dalam tausiyah memberikan materi tentang sejarah Isra’ Mi’raj, hikmah Isra’ Mi’raj, serta hikmah berbagi dengan sesama. Bahwa hikmah dari Isra’ Mi’raj adalah pelaksanaan shalat lima waktu. Shalat lima waktu tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun.
Berikutnya materi ustadz Santoko menjelaskan saat Isra’ Mi’raj adalah perjalanan spiritual Nabi Shalllahu Alaihissalam dari Mekah ke Masjidil Aqsa dalam semalam. Kemudian dari Masjidil Aqsa naik menuju langit ke tujuh untuk menerima perintah dari Allah tentang shalat lima waktu.

Hikmah dari Isra’ Mi’raj setidaknya ada yang patut diteladani seperti perlunya seorang untuk muhasabah diri membersihkan hati dan jiwa sebelum menghadap Allah (wafat), menyakini dengan keimanan bahwa bukti kekuasaan Allah.
Hikmah selanjutnya adalah syariat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihissalam menghapus syariat nabi-nabi terdahulu, serta keistimewaan masjidil Aqsa bagi umat Islam. Serta pentingnya dakwah. (rilis: humas/editor: doni osmon)
