PKM Dosen Akuakultur UMM Support Kompetensi SMKN 1 Watulimo Sukses LKS
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Internal (PPMI) Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pendampingan terhadap siswa SMKN 1 Watulimo Prigi dalam ajang Lomba Keterampilan Siswa (LKS).
Dijelaskan Ketua Pengabdian Prodi Akuakultur UMM, Soni Andriawan, S.Pi, MP, pendampingan dilaksakan selama tiga hari mulai 13-15 Juni 2022 dengan judul kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pemijahan ikan, Budidaya Artemia, dan Ekstraksi Antosianin Bunga Mawar Penelitian Skala Sederhana.

Mneurut Soni Andriawan, kegiatan pengabdian atau pendampingan bertujuan pengabdian selain untuk membantu SMKN 1 Watulimo mempersiapkan perlombaan juga menjadi ajang promosi agar siswa SMKN 1 Watulimo mengetahui fasilitas yang dimiliki Prodi Akuakultur UMM.
Pelaksanaannya lanjut Soni Andriawan, dilakukan oleh tim yang terdiri dari satu anggota dosen dan dua mahasiswa. Dosen dimaksud adalah dirinya sendiri yang mempunyai bidang keahlian ekologi perairan. Sedangkan anggota tim dari mahasiswa Sania Oktavianasari dan Shafira Rahmania.
Lanjut Soni Andriawan, menjelaskan masalah yang dialami siswa SMKN 1 Watulimo ketika ajang LKS meliputi teknologi, ilmu pengetahuan, dan keterampilan siswa dalam budidaya ikan masih rendah. Sehingga sering kurang menguasai materi ketika mengikuti LKS.

Nah melalui pengabdian ini, ucap Soni Andriawan, tujuan bisa menjadi solusi dari masalah tersebut diberikan pelatihan-pelatihan seperti teknik hipofisasi ikan lele, enkapsulasi artemia, pembuatan pakan (pellet) ikan koi dari ekstrak bunga mawar, dan penulisan karya tulis ilmiah.
Dengan banyaknya materi pelatihan akan membantu SMKN 1 Watulimo mendapat pengalaman dan wawasan baru yang bisa dikembangkan untuk perlombaan ke depannya.
Agenda pengabdian dilaksanakan di Laboratorium Perikanan Prodi Akuakultur UMM selama tiga hari dengan pemberian materi, praktik, dan evaluasi. Pelatihan pertama mengenai bagaimana pemijahan dengan teknik Hipofisasi dengan tujuan mendapatkan bibit lele dengan kualitas lebih unggul.
Materi dan praktik terdiri dari bagaimana memilih induk dan donor, mengambil kelenjar hipofisa, mengolah kelenjar, menyuntikkan supernat, pemindahan, dan persiapan panen.

Materi berikutnya adalah pembuatan pellet ikan koi dengan menggunakan ekstrak bunga mawar. Para siswa diajarkan bagaimana cara mengekstrak kandungan antosianin, maserasi bahan untuk menjadi tepung, perekatan ekstrak dengan pellet. Hal ini dilakukan dengan tujuan siswa bisa mengetahui jenis pakan yang bisa membantu memekatkan warna ikan koi. Ditutup dengan materi terakhir tentang bagaimana cara menetaskan artemia (udang kecil) yang biasa digunakan sebagai pakan.
Bahwa pengabdian yang dilakukan oleh tim Prodi Akuakultur ini tambah Soni Andriawan, diterima dengan baik oleh SMKN 1 Watulimo. Siswa terlibat sangat aktif dengan hal baru yang didapatkan dalam dunia budidaya perikanan.
“Diharapkan nantinya Prodi Akuakultur UMM dipandang dapat menjadi salah satu sumber belajar bagi SMK- SMK yang lain dalam mendukung LKS dan data hasil pengabdian dipublikasikan di media masa dan Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (RJPKM),” pungkas Soni Andriawan. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
