Dosen Akuakultur UMM Aplikasi Probiotik-Manajemen Kualitas Air, Produksi Lele Optimal
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Tim Dosen Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengupayakan peningkatan hasil produksi dengan mendampingi para pembudidaya ikan lele di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang (11/2022). Pendampingan ini sebagai salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu Dosen Akuakultur yang ikut melakukan pendampingan, Dony Prasetyo S.Pi, M.Si, menyampaikan bahwa pendampingan dan pelatihan dilaksanakan selama empat bulan di beberapa pembudidaya.
Kegiatan pendampingan dilatarbelakangi oleh keadaan kelompok pembudidaya ikan lele di Desa Parangargo yang belum bisa memaksimalkan produksi dari ternak lele. Beberapa faktor yang menjadi hambatan para pembudidaya ikan lele antara lain karena jumlah kolam yang dimiliki sedikit, tingginya biaya pakan, kanibalisme, dan penyakit ikan. Selain itu kegiatan budidaya ikan lele di Desa Parangargo masih bersifat sampingan atau penunjang.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dony bersama dengan rekan dosen lainnya yaitu Dr. Hariyadi S.Pi, M.Si, Riza Rahman Hakim S.Pi, M.Si, dan Anis Zubaidah S.Pi, M.Si, memberikan pelatihan sekaligus pendampingan seputar penggunaan pakan alternatif yang tepat dan manajemen kualitas air.
Menurut Dony Prasetyo materi pelatihan pertama tentang penguatan sistem budidaya menggunakan sistem solar cell dan biona diberikan oleh Riza Rahman Hakim dan tim. Sedangkan untuk pengaplikasian probiotik dan manajemen kualitas air dijelaskan secara tim oleh Dony Prasetya, Hariyadi dan Anis Zubaidah.
Dijelaskan Dony Prasetyo, materi aplikasi probiotik memiliki urgensi untuk disampaikan. Saat ini sangat banyak probiotik yang telah beredar di pasaran namun masyarakat sulit untuk mengevaluasi kinerja probiotik tersebut dalam meningkatkan produktifitas budidaya.
Oleh tim Prodi Akuakultur pembudidaya di Desa Parangargo diajarkan cara memilih probiotik yang baik, cara mengkultur dan mengaplikasikan di kolam budidaya. Aplikasi probiotik yang tepat akan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, menjaga kualitas air, dan meningkatkan performa pertumbuhan ikan lele.

Setelah lama proses pendampingan hingga empat bulan di sejumlah pembudidaya sudah menunjukkan hasil yang sangat baik. Hal tersebut ditandai dengan peningkatan hasil produksi. Rata-rata rasio konversi pakan. membaik menjadi 1,2 sedangkan untuk sintasan atau jumlah persentasi ikan yang hidup meningkat dari 83% menjadi 91%. Selain itu biomas yang dihasilkan tiap permeter persegi juga meningkat menjadi 320 Kg.
“Dengan adanya peningkatan kinerja budidaya tersebut tentunya memberikan keuntungan lebih bagi pembudidaya. Tentunya peningkatan-peningkatan produksi tersebut perlu terus dilakukan dengan rutin melakukan pendampingan dan kajian pada 3 hingga 5 siklus kedepan,” ujar Dony Prasetyo sebagai dosen bidang keahlian sistem dan teknologi akuakultur. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
