Wamendikdasmen Dialog dengan Siswa PJJ di Batam
BATAM – Dari pelabuhan Pancung/Pengumpan Sekupang, Batam, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq berlayar menumpang kapal kecil dinamakan boat pancung atau sering juga disebut kapal pompong, menuju Pulau Terdepan di Batam, Pulau Belakang Padang namanya (12/8/2026).
Di Pulau Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Wamen Fajar melihat langsung kegiatan pendidikan sekaligus menyapa anak-anak di wilayah terdepan Indonesia itu. Dalam kunjungan tersebut, Wamen Fajar mengikuti kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat bersama anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan tersebut diikuti sejumlah satuan PAUD di Pulau Belakang Padang dan menjadi bagian dari sosialisasi tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
“Kami dari Kemendikdasmen melihat kegiatan anak-anak PAUD. Namanya Senam Anak Indonesia Hebat dalam rangka menyosialisasikan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” ujar Wamen Fajar saat memberikan keterangan, Rabu (12/8/2026).
Setelah kegiatan senam, Wamen Fajar juga melepas lomba gerak jalan yang diikuti peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk SD dan SMP. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan bulan kemerdekaan sekaligus momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan peserta didik.
“Bukan soal lombanya. Menang kalah itu biasa, tetapi soal kebersamaannya dan semangat membangunnya,” kata Fajar.
Menurutnya, Pulau Belakang Padang memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan Singapura. Karena itu, pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menjaga dan mengisi kemerdekaan.
“Pulau Belakang Padang ini adalah teras depannya Indonesia karena berhadapan langsung dengan negara Singapura,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga mengajak peserta didik untuk memaknai kemerdekaan dengan terus belajar dan menguasai ilmu pengetahuan. Ia mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada masa lalu dilakukan para pahlawan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan bambu runcing. Sementara generasi saat ini memiliki cara berbeda untuk mengisi kemerdekaan.
“Kalau dulu pahlawan menggunakan bambu runcing untuk mengusir penjajah, hari ini adik-adik untuk membuktikan kemerdekaan adalah dengan mengangkat pena. Artinya, kita sungguh-sungguh belajar dan menguasai ilmu pengetahuan,” tutur Fajar. (kelik/rilis grup media afiliasimu)
