Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan Raih Juara II Internasional melalui Inovasi Percepatan Pengeluaran ASI Pertama (Kolostrum) Pasca Operasi Caesar
TABLOIDMATAHATI.COM, YOGYAKARTA– Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali mengukuhkan eksistensinya di tingkat internasional. Selain dipercaya sebagai salah satu co-host penyelenggara The 4th International Conference of Multidiscipline CeL (ICONMC CeL 2026), tim dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMLA berhasil mengharumkan nama institusi dengan meraih Juara II Kategori Health pada ajang International Competition of Academic and Innovation (ICAI) 2026 melalui hasil penelitian inovatif di bidang kesehatan maternal.
Prestasi tersebut diraih melalui penelitian berjudul “Faster Colostrum Expression After Cesarean Birth: A Randomized Controlled Trial of Oxytocin Massage Combined with Husband Hand-Holding.” Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi tim dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis riset (research-based learning). Tim peneliti terdiri atas Faizatul Ummah, Lilis Aryani, Ponco Indah Arista Sari, dan Nahardian Vica Rahmawati.
Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya angka persalinan melalui operasi caesar yang diikuti berbagai tantangan pada masa nifas, salah satunya keterlambatan pengeluaran kolostrum. Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh nyeri pascaoperasi, keterbatasan mobilisasi, kecemasan, serta menurunnya stimulasi hormon oksitosin yang berperan penting dalam proses laktasi. Kondisi ini menjadi perhatian karena keterlambatan pemberian kolostrum dapat memengaruhi keberhasilan inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif.
Sebagai solusi, tim peneliti mengembangkan intervensi nonfarmakologis berupa kombinasi pijat oksitosin dan dukungan emosional melalui genggaman tangan suami (husband hand-holding). Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan pelepasan hormon oksitosin sekaligus memberikan rasa nyaman, aman, dan dukungan psikologis kepada ibu selama masa pemulihan pascaoperasi.
Penelitian dilakukan menggunakan desain Randomized Controlled Trial (RCT) yang merupakan standar emas (gold standard) dalam penelitian intervensi klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mendapatkan kombinasi pijat oksitosin dan husband hand-holding mengalami pengeluaran kolostrum secara signifikan lebih cepat dibandingkan kelompok yang hanya menerima perawatan standar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kombinasi stimulasi fisiologis dan dukungan emosional mampu mengoptimalkan proses laktasi dini sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Selain terbukti efektif, inovasi ini memiliki berbagai keunggulan, di antaranya mudah diterapkan, tidak memerlukan peralatan khusus, aman, dan tidak menambah biaya pelayanan kesehatan. Intervensi tersebut berpotensi diimplementasikan secara luas di rumah sakit, puskesmas, klinik bersalin, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Di sisi lain, keterlibatan suami dalam proses pemulihan ibu juga memperkuat penerapan family-centered care, yaitu pendekatan pelayanan kesehatan yang melibatkan keluarga sebagai bagian penting dalam proses perawatan dan pemulihan pasien.
Diseminasi pada Forum Akademik Internasional
Hasil penelitian tersebut didiseminasikan dalam The 4th International Conference of Multidiscipline CeL (ICONMC CeL 2026) yang diselenggarakan pada 17–19 Juli 2026 di Hotel Grand Kangen, Yogyakarta.
Konferensi internasional ini mengusung tema “Collaboration and Downstreaming Towards Real Impact to Realize Sustainable Development Goals (SDGs)”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan hilirisasi hasil penelitian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
ICONMC CeL 2026 diselenggarakan oleh CeL KODELN Indonesia, CeL Malaysia, dan Stichting Azzam Aliyah Suriname, bekerja sama dengan 25 perguruan tinggi sebagai co-host, termasuk Universitas Muhammadiyah Lamongan. Keterlibatan UMLA sebagai salah satu co-host mencerminkan komitmen universitas dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi, memperluas jejaring kerja sama akademik, serta mendorong kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat global.
Konferensi ini diikuti oleh peserta dari 47 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia, serta dua perguruan tinggi dari Malaysia. Ratusan dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu hadir untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkuat implementasi hasil riset yang berdampak bagi masyarakat.
Dalam forum ilmiah tersebut, Faizatul Ummah mewakili tim peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi dalam dan luar negeri. Presentasi tersebut memperoleh apresiasi karena menghadirkan inovasi yang sederhana, berbasis bukti ilmiah (evidence-based), mudah diimplementasikan, serta memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal, khususnya pada ibu pasca operasi sectio caesarea.
Raih Juara II Kategori Health
Selain dipresentasikan pada konferensi internasional, artikel penelitian tersebut juga mengikuti International Competition of Academic and Innovation (ICAI) 2026, yang merupakan salah satu rangkaian utama ICONMC CeL 2026.
Kompetisi ini mempertemukan berbagai hasil penelitian dan inovasi dari akademisi perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Penilaian dilakukan oleh dewan juri internasional berdasarkan aspek kebaruan inovasi (novelty), kualitas metodologi penelitian, manfaat implementasi, kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta relevansinya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, artikel penelitian tim dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan berhasil meraih Juara II Kategori Health. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya memiliki kualitas akademik yang unggul, tetapi juga menawarkan solusi yang aplikatif dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat peran Universitas Muhammadiyah Lamongan sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan budaya riset, inovasi, dan kolaborasi internasional. Keterlibatan sebagai co-host konferensi internasional sekaligus keberhasilan meraih penghargaan pada kompetisi ilmiah internasional menunjukkan komitmen UMLA dalam membangun ekosistem akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Melalui penguatan kolaborasi internasional, peningkatan kualitas penelitian, serta hilirisasi hasil riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, Universitas Muhammadiyah Lamongan terus mempertegas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi kesehatan. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memperluas jejaring internasional, serta menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan di bidang kesehatan dan pembangunan berkelanjutan. (humas umla/sulis)
