800 Guru Ikut Pelatihan Pendidikan Inklusif PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah
TABLOIDMATAHATI.COM, YOGYAKARTA– Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Program INKLUSI ‘Aisyiyah menggelar Pelatihan Pendidikan Inklusif secara daring pada Rabu (10/6/2026). Mengusung tema “Pendidikan Inklusif ‘Aisyiyah: Mewujudkan Pendidikan Bermutu bagi Semua”, pelatihan yang berlangsung hingga 13 Juni 2026 ini diikuti lebih dari 800 guru PAUD, Kelompok Bermain, dan TK ‘Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelatihan ini diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas pendidik dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif, sekaligus mendorong semakin banyak satuan pendidikan ‘Aisyiyah yang mampu memberikan layanan pendidikan yang ramah, aman, nyaman, dan terbuka bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Koordinator Program INKLUSI ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Program INKLUSI dan Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah dalam mengembangkan model pendidikan inklusif di lingkungan sekolah-sekolah ‘Aisyiyah.
Menurutnya, pendidikan inklusif bukan hanya berbicara tentang keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah, tetapi bagaimana sekolah mampu menyediakan akses dan layanan yang sesuai bagi seluruh anak.
“Program inklusif ini memodeling bersama-sama dengan Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah untuk mendorong sekolah-sekolah kita menyediakan pendidikan inklusif untuk semua warga belajar. Pendidikan inklusif di sini lebih kepada bagaimana sekolah-sekolah kita bisa diakses oleh anak-anak kita yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan semakin siap mengawal pengembangan sekolah inklusif di lingkungan ‘Aisyiyah. Tri menegaskan bahwa sekolah-sekolah ‘Aisyiyah harus terus berkembang menjadi ruang belajar yang menerima keberagaman peserta didik.
“Sekolah-sekolah kita ini, selain menjadi sekolah yang ramah, aman, dan nyaman untuk anak-anak, kita juga akan menerima anak-anak kita yang berkebutuhan khusus,” katanya.
Ia menambahkan bahwa upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Sebagai pelopor pendidikan anak usia dini yang telah berdiri sejak 1919 melalui TK ABA, ‘Aisyiyah diharapkan terus menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
“Oleh karena itu, ini menjadi semangat kita untuk ber-fastabiqul khairat, bagaimana kita sebagai organisasi perempuan berkemajuan akan membuka akses seluas-luasnya untuk anak-anak kita sehingga semua anak-anak akan mendapatkan kesempatan untuk belajar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah, Fitniwilis, menjelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan inklusif membutuhkan kesiapan lembaga, guru, dan sistem pendukung yang memadai.
Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan sekolah adalah mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, melakukan asesmen, serta memahami karakteristik dan kebutuhan masing-masing anak. Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI).
“Bisa saja jenis ABK-nya sama, tetapi kebutuhannya berbeda. Berdasarkan asesmen inilah nanti kita akan membuat Program Pembelajaran Individual,” jelasnya.
Fitniwilis juga menekankan pentingnya keberadaan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang memiliki kompetensi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus selama proses pembelajaran berlangsung.
Karena itu, ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga menghasilkan komitmen dan langkah nyata di masing-masing satuan pendidikan. (putri/rilis grup media afiliasimu)
