Hardiknas, SMK Mutu Gondanglegi Salurkan Beasiswa Prestasi-Apresiasi Guru Produktif Literasi
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Menarik pelaksanaan apel pagi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan nasional (Hardiknas) 2026 di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK Mutu) tanggal 2/5/2026 di lapangan Titanium Building. Hal berbeda Hardiknas di SMK Mutu kali ini dijelaskan Kepala SMK Mutu Gondanglegi ustadz Munali, ST, M.Pd.

Yakni momentum Hardiknas dijadikan SMK Mutu Gondanglegi memberikan apresiasi berupa beasiswa pendidikan dan apresiasi reward kepada sejumlah guru yang produktif dalam menulis artikel di sejumlah media massa. Sebab produktifitas guru dalam menulis artikel merupakan motivasi sekaligus inspirasi masyarakat dan internal sekolah bidang literasi.

Melalui nguri-nguri bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara tentang Ing Ngarso Sung Tulodho Ing Madya Mbangun Karso Tutwuri Handayani bahwa ahklak dan adab seorang guru harus menjadi inspirasi sekaligus motivator bagi lingkungan sekitarnya sehingga pemikirannya sebagai rujukan bahkan panutan di setiap saat.

Opening sambutan ustadz Munali dilanjutkan pesan bahwa pendidikan adalah proses dalam membangun peradaban manusia, sehingga semua sisi kehidupan harus mendapat pendidikan. Keberagaman hari menjadi pilar pendidikan dan kebersamaan, taat, patuh pada aturan, hormat pada guru, orangtua, teman dan cinta lingkungan adalah hasil dari proses pendidikan.

Sementara itu Waka Kesiswaan SMK Mutu Terminantono Yogi Darso, S.Or, M.Pd menyatakan Hardiknas di SMK Mutu Gondanglegi dilaksanakan secara simbolis melalui upacara bendera serta seluruh peserta menggunakan pakaian adat, mengacu pada instruksi kepala Cabang Pendidikan sebagai bagian teknik di dunia pendidikan. Pakaian adat, juga menjadi sebuah semangat untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan persatuan di dalam masyarakat setrutana masyarakat pendidikan, sekolah atau pendidikan nonformal lainnya.
Penggunaan baju adat ini, bertujuan untuk mengenalkan kembali, bahwa Indonesia memiliki latar belakang budaya daerah yang bermacam-macam, maka perlu lebih mengenal meskipun masih terbatas pada pakaian. Dengan mengenal dan memahami budaya daerah, diharapkan tumbuh rasa saling menghargai dan menghormati, keragaman tersebut, dan tetap menumbuhkan karakter yang baik pada diri sebagai pembelajar.

Sekedar diketahui, saat upacara Hardiknas, sebagai pembina upacara adalah Kepala SMK Mutu Gondanglegi ustadz Munali, mengenakan baju adat Bengkulu, sementara para guru-tendik mengenakan beragam baju adat daerah, termasuk siswa dan siswi menggunakan baju daerah, yang disebut dengan baju adat nusantara, serta beberapa yang mengenakan batik. (humas/don)
