Di Balik Arena Robotika Olympicad Nasional Mental Juara-Adaptatif Kunci Prestasi
TABLOIDMATAHATI.COM, MAKASAR– Cabang robotika dalam Olympicad VIII Muhammadiyah yang digelar di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar menghadirkan semangat kompetisi sekaligus pembelajaran berharga bagi para peserta. Tidak hanya berbicara soal juara, ajang ini menjadi ruang melatih mental, sportivitas, serta kemampuan adaptasi teknologi.
Penanggung jawab lomba robotika, Agus Purwanto dari SMK Muhammadiyah 2 Bontoala, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan teknologi robotik dan coding kepada siswa Muhammadiyah sejak dini.
“Anak-anak kita diperkenalkan pada dunia robotika dan pemrograman. Ini bukan sekadar lomba, tetapi pembentukan karakter disiplin, fokus, dan sportivitas,” ujarnya.
Salah satu peserta robotika, Kenzie Aryasatya Rafardhan dari SD Muhammadiyah Sokonandi, mengaku mengikuti lomba dengan motivasi sederhana: menambah prestasi dan mencari teman baru.
“Saya ingin nambah prestasi dan cari teman. Guru saya juga bilang lomba itu anggap saja seperti latihan, jadi tidak usah terlalu tegang,” tuturnya.
Ia menjalani perlombaan dengan cukup tenang karena menganggapnya sebagai bagian dari proses belajar. Meski sempat merasa khawatir terjadi kendala di tengah lomba, ia bersyukur dapat menyelesaikan tantangan dengan lancar.
“Awalnya takut kalau ada masalah di tengah-tengah, tapi Alhamdulillah semuanya lancar. Setelah keluar ruangan rasanya lega,” katanya.
Kenzie juga mengungkapkan bahwa setelah lomba, ia bersama tim sempat berdiskusi mengenai evaluasi penampilan mereka. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu latihan dan perubahan teknis penggunaan sensor robot.
“Kami harus cepat beradaptasi dari sistem sensor ke manual. Waktunya tidak sampai dua jam, tapi kami berusaha tetap fokus,” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman pertama mengikuti lomba tingkat nasional dan jauh dari rumah menjadi momen paling berkesan. Ia belajar untuk tidak mudah menyerah meskipun menghadapi persoalan yang rumit selama perlombaan.
“Walaupun ada masalah yang cukup rumit, kita tidak boleh menyerah. Tetap fokus dan berusaha,” tambahnya.
Sebagai pesan untuk rekan-rekan satu tim dan peserta lain, Kenzie mengapresiasi kerja sama dan fokus yang telah dibangun selama perlombaan.
“Terima kasih sudah fokus dan berjuang bersama. Semoga pengalaman ini bisa jadi pembelajaran untuk kita semua,” pungkasnya.
Melalui cabang robotika ini, Olympicad VIII membuktikan bahwa kompetisi bukan hanya soal hasil akhir, tetapi tentang proses belajar, keberanian mencoba, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi tantangan zaman. (mukhtarom/rilis grup media afiliasimu)
