PWM Lampung Gelar Rakerwil Tata Aset Persyarikatan-Program Berdampak
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMPUNG– Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Agenda tahunan ini menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk mengevaluasi kinerja sepanjang tahun 2025 sekaligus merumuskan peta jalan strategis menghadapi tantangan tahun 2026.
Rakerwil yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Pleno PWM Lampung serta Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) yang terdiri dari Majelis dan Lembaga tingkat wilayah. Selain itu, hadir pula perwakilan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat wilayah, mulai dari ‘Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan, Tapak Suci, hingga Pemuda Muhammadiyah dan Nasyi’atul ‘Aisyiyah.
Rektor UML, Dr. Hj. Mardiana, M.Pd.I., dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya kampus UML sebagai lokasi pertemuan para tokoh penggerak Muhammadiyah se-Provinsi Lampung. “Harapan kami, Rakerwil ini menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat demi kemaslahatan umat, khususnya bagi kemajuan Provinsi Lampung. Kami juga berkomitmen terus memfasilitasi kebutuhan dakwah persyarikatan melalui sarana pendidikan,” ujar Dr. Mardiana di hadapan para peserta rapat.
Ketua PWM Lampung, Prof. Sudarman, dalam pidato pembukaannya memberikan evaluasi mendalam terkait kehadiran dan kinerja pimpinan. Dari 16 anggota pleno, 15 orang hadir secara fisik. Namun, ia memberikan catatan kritis terhadap tingkat kehadiran pimpinan lembaga yang dinilai masih di bawah tingkat kehadiran pimpinan majelis. Menurutnya, kesadaran pimpinan lembaga perlu ditingkatkan agar koordinasi program berjalan maksimal.
Terkait tata kelola organisasi, Prof. Sudarman menyoroti transisi manajemen keuangan amanat Muswil 2022 di Lampung Timur, penataan keuangan PWM Lampung dilakukan sentralisasi. Meski anggaran dari kas PWM terbatas, ia mengapresiasi kemandirian Majelis, Lembaga, dan Ortom yang mampu menggalang pendanaan eksternal untuk menjalankan berbagai kegiatan sepanjang tahun 2025. “Jika hanya bersandar pada kemampuan finansial PWM yang terbatas, kita tidak akan bisa melakukan banyak hal. Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan yang telah berikhtiar mencari sumber dana di luar PWM demi keberlangsungan dakwah,” tegas Prof. Sudarman.
Prof. Sudarman juga mengungkapkan terkait PWM Lampung di eventnya Tanwir Muhammadiyah Kupang. Dalam Tanwir Muhammadiyah di Kupang beberapa waktu lalu, PWM Lampung mendapatkan apresiasi tinggi karena dinilai memiliki tingkat keaktifan kegiatan yang melampaui wilayah-wilayah lain, khususnya di regional Sumatera. Sebagai bentuk penghormatan atas kinerja tersebut, utusan Lampung diberikan hak istimewa untuk menyampaikan laporan pertama kali di hadapan forum nasional, sebuah pengakuan nyata atas progresivitas gerakan Muhammadiyah di Lampung.
Menatap tahun 2026, PWM Lampung menetapkan enam program umum prioritas. Program tersebut meliputi konsolidasi ideologi melalui pengaderan, konsolidasi kelembagaan, peningkatan kualitas pimpinan, ketahanan keluarga dan pemberdayaan komunitas, partisipasi kebangsaan, serta pengembangan kemitraan strategis. Ia menekankan agar program kerja tidak hanya terjebak pada aspek pelayanan seperti bakti sosial, tetapi juga menyentuh penguatan ideologi.
Selain program kerja rutin, PWM Lampung juga menargetkan penataan data aset dan kekayaan organisasi melalui program “SatuMU”. Program ini ditargetkan tuntas pada tahun 2027 sehingga seluruh aset Muhammadiyah di Bumi Ruwa Jurai dapat terdata secara digital dan transparan. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas apresiasi nasional yang diterima PWM Lampung dalam pertemuan di Kupang beberapa waktu lalu. (tri priyo saputro/rilis grup media afiliasimu)
