PP ‘Aisyiyah-Majelis PAUD Dasmen Perkuat Kesiapan Pembelajaran Pascabencana
TABLOIDMATAHATI.COM, YOGYAKARTA – Di tengah situasi pascabencana, keberlangsungan pendidikan anak menjadi perhatian utama ‘Aisyiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PP ‘Aisyiyah), Salmah Orbayinah bersama Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Majelis PAUD Dasmen) memberikan penguatan kepada para guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) serta jajaran Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Majelis PAUD Dasmen untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan pascalibur sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Ahad (4/01/26) ini diikuti oleh 175 peserta dan secara khusus ditujukan bagi TK ABA yang berada di wilayah terdampak bencana.
Dalam pengarahannya, Salmah Orbayinah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para guru TK, termasuk TK ABA. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas perhatian penuh kepada para guru TK, termasuk TK ABA, serta bantuan yang telah diberikan, di antaranya berupa school kit dan bantuan langsung kepada Para Guru TK, ujar Salmah.
Salmah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan anggota ‘Aisyiyah yang telah bersama-sama bahu-membahu melakukan kerja bakti membersihkan TK terdampak serta memberikan bantuan untuk meringankan beban pascabencana. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para guru TK ABA yang menyatakan kesiapan untuk kembali bertemu dengan murid dan memulai pembelajaran meskipun dalam kondisi keterbatasan. “Para guru ini juga terdampak bencana, namun tetap menunjukkan komitmen dan keteguhan untuk kembali menjalankan amanah pendidikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Salmah mengajak para guru TK ABA untuk terus menyalakan semangat dakwah ‘Aisyiyah di bidang pendidikan, sebagaimana sejak awal berdirinya ‘Aisyiyah telah memberikan akses belajar bagi anak-anak. “Dengan segala perjuangan dan pengabdian, ‘Aisyiyah terus berupaya membantu mewujudkan generasi emas 2045,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa ‘Aisyiyah terus melakukan konsolidasi gerakan melalui penggalangan dana, layanan psikososial, peralatan dapur, serta dukungan bagi guru dengan berkoordinasi bersama MDMC PP Muhammadiyah dalam gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR).
Sejalan dengan penguatan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang membidangi PAUD Dasmen, Rohimi Zamzam, menegaskan peran strategis guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) sebagai garda terdepan dalam memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi pascabencana.
Menurutnya, kondisi darurat tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses belajar anak, karena setiap anak tetap memiliki hak untuk belajar dalam suasana yang aman, penuh harapan, dan optimisme.
“Kesiapsiagaan pendidikan tidak hanya menyangkut prosedur dan sarana, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan moral para pendidik,” ujar Rohimi. Ia menekankan bahwa keteguhan guru dalam situasi sulit merupakan bagian penting dari proses pemulihan pendidikan, sekaligus teladan bagi anak-anak dalam menghadapi realitas kehidupan.
Rohimi mengaitkan hal tersebut dengan spirit perjuangan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang mengajarkan bahwa agama harus hidup dalam tindakan nyata, serta bahwa ilmu, iman, dan amal tidak dapat dipisahkan. “Dalam semangat itu, pendidikan harus responsif terhadap persoalan umat, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi pada solusi. Kesiapsiagaan satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana adalah wujud nyata bahwa belajar adalah amal, dan menjaga keselamatan adalah bagian dari ibadah,” jelasnya. (putri/rilis grup media afiliasimu)
